Kodam Iskandar Muda Kerahkan Alat Berat Bersihkan Material Banjir di Bireuen

Oleh: Elvis Sendouw
Rabu, 10 Desember 2025 | 19:46 WIB
Kodam Iskandar Muda melalui Babinsa Koramil 07/Jangka, Kodim 0111/Bireuen, mengerahkan satu unit alat berat untuk mempercepat pembersihan material banjir dan longsor  di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. (BeritaNasional/Elvis/HO Dispenad) Kodam Iskandar Muda melalui Babinsa Koramil 07/Jangka, Kodim 0111/Bireuen, mengerahkan satu unit alat berat untuk mempercepat pembersihan material banjir dan longsor  di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. (BeritaNasional/Elvis/HO Dispenad) Kodam Iskandar Muda melalui Babinsa Koramil 07/Jangka, Kodim 0111/Bireuen, mengerahkan satu unit alat berat untuk mempercepat pembersihan material banjir dan longsor  di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. (BeritaNasional/Elvis/HO Dispenad) Kodam Iskandar Muda melalui Babinsa Koramil 07/Jangka, Kodim 0111/Bireuen, mengerahkan satu unit alat berat untuk mempercepat pembersihan material banjir dan longsor  di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. (BeritaNasional/Elvis/HO Dispenad) Kodam Iskandar Muda melalui Babinsa Koramil 07/Jangka, Kodim 0111/Bireuen, mengerahkan satu unit alat berat untuk mempercepat pembersihan material banjir dan longsor  di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. (BeritaNasional/Elvis/HO Dispenad)
Kodam Iskandar Muda melalui Babinsa Koramil 07/Jangka, Kodim 0111/Bireuen, mengerahkan satu unit alat berat untuk mempercepat pembersihan material banjir dan longsor di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. (BeritaNasional/Elvis/HO Dispenad)

BeritaNasional.com -  Kodam Iskandar Muda melalui Babinsa Koramil 07/Jangka, Kodim 0111/Bireuen, mengerahkan satu unit alat berat untuk mempercepat pembersihan material banjir dan longsor yang menutup akses utama di Desa Kuala Ceurape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Kegiatan yang dilakukan bersama tim gabungan pada Selasa (9/12/2025) ini menjadi lanjutan upaya penanganan pascabencana di wilayah tersebut. Banjir yang terjadi pada akhir November lalu menyebabkan sungai meluap dan menenggelamkan sebagian besar lahan pertanian, sekaligus memicu longsor dari perbukitan sekitar desa. Jalan utama pun tertimbun lumpur setinggi 30–40 cm, sehingga menghambat mobilitas warga dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan yang kotor. Babinsa bersama pemerintah daerah, dan masyarakat setempat melakukan pembersihan menggunakan loader berkapasitas 2,5 m³. Alat berat ini digunakan untuk mengangkat dan memindahkan campuran lumpur, tanah, pasir, kerikil, serta puing bangunan yang terbawa arus banjir. (BeritaNasional/Elvis/HO Dispenad)
 sinpo

Editor: Elvis Sendouw
Komentar: