Kemenhub Prediksi Lonjakan 8 Persen Penumpang Angkutan Laut di Batam pada Nataru 2025/2026

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 13 Desember 2025 | 17:30 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana transportasi laut di Pelabuhan Harbour Bay dan Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur, Batam. (Foto/Kemenhub)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana transportasi laut di Pelabuhan Harbour Bay dan Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur, Batam. (Foto/Kemenhub)

BeritaNasional.com - Kementerian Perhubungan memprediksi akan terjadi kenaikan sebesar 8 persen jumlah penumpang angkutan laut di Batam, Kepulauan Riau, selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana transportasi laut di Pelabuhan Harbour Bay dan Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur, Batam, beberapa waktu lalu.

“Kemenhub memprediksi kenaikan 8 persen pergerakan penumpang angkutan laut di Batam, selama masa Angkutan Nataru 2025/2026. Karenanya kami ingin memastikan fasilitas terminal penumpang, armada kapal, serta sistem layanan publik berada dalam kondisi optimal,” tegas Dudy dikutip dari laman resmi Kemenhub, Sabtu (13/12/2025).

Pada Nataru 2024/2025, realisasi pergerakan penumpang angkutan laut di Batam tercatat sebanyak 764.099 orang, termasuk penumpang naik dan turun, baik domestik maupun internasional. Dengan prediksi kenaikan 8 persen, jumlah penumpang pada Nataru 2025/2026 diperkirakan mencapai 825.226 orang. Data ini dihimpun dari Pelabuhan Batam Center, Sekupang, Nongsa, Harbour Bay, Batu Ampar, dan Telaga Punggur. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 20 Desember (Natal) dan 27 Desember (Tahun Baru), sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 3 Januari 2026.

Dudy menegaskan pentingnya peran Batam sebagai hub transportasi laut yang melayani pergerakan penumpang domestik maupun internasional. Menurutnya, aspek kelaikan kapal, keselamatan pelayaran, serta kondisi cuaca ekstrem harus menjadi perhatian utama.

“Kita harus pastikan kelancaran mobilitas masyarakat, kesiapan armada, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan aspek keselamatan di Batam. Terkait cuaca ekstrem, seluruh informasi cuaca perlu disampaikan secara cepat dan akurat kepada operator maupun masyarakat untuk mendukung kelancaran perjalanan,” ujarnya.

Menhub juga menekankan bahwa seluruh kapal bantuan harus laik operasi dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan agar siap difungsikan sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan penumpang atau kondisi darurat. Seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat komunikasi untuk mendukung kelancaran layanan.

Berbagai skenario mitigasi risiko telah disiapkan, termasuk penanganan cuaca ekstrem, penumpukan penumpang, gangguan sistem, hingga situasi darurat seperti kebakaran pelabuhan. Koordinasi dengan BMKG diperkuat melalui sistem peringatan dini agar keputusan operasional dapat diambil secara cepat dan akurat.

Untuk mendukung operasional selama Nataru, Batam menyiapkan 13 unit kapal penyeberangan yang melayani rute Tg. Punggur–Tj. Uban, Tg. Punggur–Kuala Tungkal, Tg. Punggur–Sei Selari, serta sejumlah rute perintis yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Riau.

Kemenhub juga memastikan kesiapan kapal negara, termasuk KN P.112 Sarotama dan KN P.211 Rantos, yang disiagakan untuk mendukung operasi SAR dan kebutuhan darurat selama lonjakan penumpang.

Selain itu, KSOP Batam melaporkan bahwa selama periode persiapan Nataru dilakukan ramp check terhadap 177 unit kapal yang beroperasi di Batam, dengan 83 unit kapal menjalani pemeriksaan kelaiklautan di Batam, 29 unit kapal di luar Batam, dan 65 kapal berbendera asing. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan pelayaran.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi. Ramp check, pengecekan alat keselamatan, hingga kesiapan kru harus 100 persen,” tegas Menhub Dudy.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: