Berat Badan Susah Naik? Kenali Gejala dan Penyebabnya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 15 Desember 2025 | 07:03 WIB
Ilutrasi berat badan (BeritaNasional/freepik)
Ilutrasi berat badan (BeritaNasional/freepik)

BeritaNasional.com -  Masalah berat badan menjadi salah satu masalah yang banyak dialami khususnya masyarakat perkotaan. Bukan hanya tentang kelebihan berat badan, kekurangan berat badan juga tidak kalah menjadi masalah bahkan bisa memicu stres berkepanjangan. 

Melansir laman Halodoc berat badan kurang atau underweight adalah kondisi ketika berat badan seseorang berada di bawah nilai ideal berdasarkan tinggi badannya.

Umumnya, kondisi ini diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Seseorang dianggap memiliki berat badan kurang jika nilai IMT-nya di bawah 18,5.

Gejala Berat Badan Kurang

  1. Selain angka IMT yang rendah, ada beberapa gejala lain yang bisa mengindikasikan berat badan kurang, antara lain:
  2. Kelelahan dan kekurangan energi
  3. Sering merasa kedinginan
  4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga lebih rentan terhadap infeksi
  5. Kulit kering dan rambut rontok
  6. Pada wanita, siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan berhenti

 

Penyebab Berat Badan Susah Naik

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seseorang sulit menaikkan berat badan. Berikut adalah beberapa penyebab umum:

Penyakit kronis

Beberapa penyakit kronis dapat menyebabkan penurunan berat badan atau kesulitan menaikkan berat badan. Penyakit tersebut antara lain:

Hipertiroidisme: Kondisi di mana kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan, meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori lebih cepat.

Diabetes Tipe 1: Kekurangan insulin dapat menyebabkan tubuh kesulitan menggunakan glukosa sebagai energi, sehingga berat badan menurun.

Penyakit celiac: Reaksi autoimun terhadap gluten yang merusak lapisan usus halus dan mengganggu penyerapan nutrisi.

Inflammatory bowel disease (IBD): Peradangan kronis pada saluran pencernaan, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan gangguan penyerapan nutrisi.

Kanker: Beberapa jenis kanker, terutama kanker yang menyerang sistem pencernaan, dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.

Infeksi kronis: Infeksi seperti tuberkulosis (TBC) atau HIV/AIDS dapat menyebabkan penurunan berat badan karena peningkatan kebutuhan energi dan gangguan metabolisme.

Faktor genetik

Faktor genetik atau keturunan juga dapat berperan dalam menentukan berat badan seseorang. Beberapa orang secara alami memiliki tubuh yang lebih kurus dan kesulitan menaikkan berat badan, meskipun sudah makan banyak.

Metabolisme yang tinggi

Orang dengan metabolisme tinggi membakar kalori lebih cepat daripada orang lain. Hal ini dapat membuat mereka sulit menaikkan berat badan, meskipun asupan kalori sudah cukup.

Asupan kalori yang kurang

Penyebab paling umum berat badan susah naik adalah asupan kalori yang lebih sedikit daripada yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas. Untuk menaikkan berat badan, seseorang perlu mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar setiap hari.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merekomendasikan asupan kalori harian yang berbeda-beda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Penting untuk menghitung kebutuhan kalori harian dan memastikan asupan makanan mencukupi.

Aktivitas fisik berlebihan

Aktivitas fisik yang berlebihan tanpa diimbangi dengan asupan kalori yang cukup dapat menyebabkan tubuh membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi, sehingga berat badan sulit naik.

Masalah psikologis

Kondisi psikologis seperti stres, depresi, dan gangguan makan (anoreksia atau bulimia) dapat memengaruhi nafsu makan dan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi, sehingga menyebabkan berat badan sulit naik.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: