Perampasan Aset Kunci Utama Bongkar Sindikat Korupsi Lingkaran Arisan Tender
BeritaNasional.com - Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Praswad Nugraha mendesak penerapan perampasan aset pejabat publik yang melakukan tindak pidana rasuah.
Hal itu dia ungkapkan menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) teranyar KPK terhadap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya.
Menurutnya, penyitaan kekayaan tidak wajar (illicit enrichment) adalah langkah konkret menghentikan sindikat korupsi tender.
"Penyidik KPK sangat memahami OTT ini hanyalah pintu masuk membongkar sindikasi korup yang terjadi,” ujar Praswad kepada Beritanasional.com, Minggu (14/12/2025).
“Ibarat sel kanker, tanpa adanya perampasan aset, tindakan penuntasan korupsi ini akan terus tumbuh," imbuhnya.
Ia menawarkan solusi perbaikan sistem serta penindakan tegas, terutama menyasar harta hasil kejahatan.
“Perampasan aset bagi kenaikan signifikan kekayaan adalah kunci mendorong pejabat menerapkan pendekatan pencegahan bagi mereka yang ingin kaya lewat perbuatan curang," jelasnya.
Selain perampasan aset, Praswad juga menyoroti pentingnya independensi lembaga audit serta penegak hukum. Keterlibatan pengawas dalam lingkaran korupsi justru akan memperparah keadaan.
"Menjadi catatan penting juga pengentasan korupsi pengadaan sangat lekat dengan penguatan indepedensi lembaga audit dan penegak hukum,” kata dia.
Ia juga menyarankan adanya mekanisme pemeriksaan latar belakang (background check) ketat dalam sistem pengadaan serta reaksi cepat terhadap potensi kebocoran anggaran daerah.
“Selama lembaga audit dan penegak hukum masih menjadi bagian dari penerima manfaat maka selama itu juga korupsi ini akan terus menjadi pekerjaan rumah KPK," pungkasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






