Yerusalem Terancam Upaya Israel Bangun Permukiman Baru

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 16 Desember 2025 | 23:30 WIB
Yerusalem merupakan bagian dari Palestina (Foto/Pixabay)
Yerusalem merupakan bagian dari Palestina (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Kini rencana Israel untuk membangun 9.000 unit permukiman di Tepi Barat bagian tengah mengancam wilayah Yerusalem.

"Otoritas pendudukan Israel berupaya mewujudkan rencana permukiman berbahaya di atas lahan Bandara Internasional Yerusalem dan kawasan sekitarnya," kata Pemerintah Kegubernuran Yerusalem.

Rencana tersebut dinilai menjadi ancaman langsung bagi keterkaitan geografis dan demografis antara Yerusalem dan Kota Ramallah.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Israel berencana mendirikan permukiman di kawasan Palestina yang padat penduduk seperti Kafr Aqab, Qalandia, Al-Ram, Beit Hanina, dan Bir Nabala.

Rencana itu dianggap memperkuat kebijakan Israel untuk memisahkan dan mengisolasi Yerusalem dan daerah sekitarnya. Israel juga terus merusak setiap cakrawala politik yang didasarkan pada Solusi Dua Negara.

Sebuah komite Israel dijadwalkan bertemu pada Rabu untuk membahas percepatan rencana itu, termasuk kemungkinan mengalokasikan sejumlah kawasan bagi proyek tersebut.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan Israel baru-baru ini meminta pengalihan dana sebesar 16 juta shekel (sekitar Rp 83 miliar) untuk rehabilitasi lahan yang tercemar, termasuk Bandara Internasional Yerusalem, agar proyek dapat segera dilaksanakan.

Pemerintah kegubernuran itu memperingatkan bahwa pelaksanaan rencana itu akan mengarah pada pembentukan kantong permukiman yang memisahkan Yerusalem Utara dari lingkungan Palestina di sekitarnya.

PBB telah berkali-kali menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum internasional dan merusak kemungkinan tercapainya Solusi Dua Negara.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: