Mengenal Hari Migran Internasional yang Diperingati Setiap 18 Desember
BeritaNasional.com - Setiap tanggal 18 Desember, dunia memperingati Hari Migran Internasional atau International Migrants Day. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen global dalam melindungi hak asasi manusia para migran yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Hari Migran Internasional hadir sebagai pengingat bahwa di balik angka statistik migrasi, terdapat jutaan kisah manusia yang berjuang demi kehidupan yang lebih baik, aman, dan layak.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), migran adalah seseorang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menetap sementara atau permanen. Dalam pengertian tersebut, migran terbagi menjadi dua kategori utama:
1. Migran Musiman
Migran musiman adalah penduduk yang berpindah tempat tinggal pada musim tertentu untuk bekerja. Contohnya, petani yang setelah musim tanam pergi ke daerah lain untuk mencari pekerjaan, lalu kembali ke daerah asal saat musim panen tiba.
2. Migran Seumur Hidup
Migran seumur hidup merujuk pada individu yang tinggal di wilayah yang berbeda dari tempat kelahirannya dan menetap dalam jangka panjang.
Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di bawah naungan PBB mendefinisikan migran sebagai setiap orang yang berpindah atau telah berpindah, baik melintasi batas negara maupun di dalam wilayah suatu negara, jauh dari tempat tinggal biasanya. Definisi ini berlaku tanpa memandang:
• Status hukum migran
• Apakah perpindahan dilakukan secara sukarela atau terpaksa
• Alasan perpindahan
• Durasi tinggal di wilayah tujuan
Pesan Penting Hari Migran Internasional
Melalui berbagai forum internasional, termasuk Dialog Tingkat Tinggi PBB tentang Migrasi dan Pembangunan, Majelis Umum PBB menegaskan sejumlah pesan utama yang terus relevan hingga tahun 2025.
Pertama, migrasi internasional merupakan fenomena global yang terus berkembang dan dapat memberikan dampak positif bagi negara asal maupun negara tujuan, asalkan dikelola dengan kebijakan yang adil dan manusiawi.
Kedua, penghormatan terhadap hak-hak dasar dan kebebasan setiap migran menjadi kunci utama agar manfaat migrasi dapat dirasakan secara luas.
Ketiga, kerja sama internasional baik secara bilateral, regional, maupun global perlu terus diperkuat untuk menghadapi tantangan migrasi yang semakin kompleks.
Sejarah Hari Migran Internasional
Hari Migran Internasional bermula pada tahun 2000, ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya.
Kemudian, pada 4 Desember 2000, PBB secara resmi menetapkan 18 Desember sebagai Hari Migran Internasional. Penetapan ini didasari oleh meningkatnya jumlah migran di seluruh dunia, sekaligus meningkatnya kebutuhan akan perlindungan hak asasi manusia bagi kelompok rentan tersebut.
Tanggal 18 Desember dipilih sebagai simbol peringatan atas diadopsinya konvensi tersebut pada tahun 1990, yang menjadi tonggak penting dalam upaya perlindungan hak pekerja migran secara global.
Cara Memperingati Hari Migran Internasional 2025
Peringatan Hari Migran Internasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang mendorong empati, solidaritas, dan pemahaman lintas budaya. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
Menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan budaya seperti festival, pameran, atau pertunjukan seni yang menampilkan tradisi serta kontribusi komunitas migran di lingkungan sekitar.
Meningkatkan literasi migrasi dengan mempelajari isu-isu yang dihadapi migran, mulai dari pengungsian, diskriminasi, hingga tantangan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Memberikan dukungan nyata kepada organisasi atau komunitas yang bergerak di bidang pendampingan migran, baik melalui donasi, kerja sukarela, maupun kampanye kesadaran publik.
Terlibat dalam diskusi publik, seminar, atau forum daring yang membahas kebijakan migrasi, integrasi sosial, dan peran migran dalam pembangunan.
Menyebarkan kisah inspiratif para migran melalui media sosial atau platform digital untuk menumbuhkan rasa empati serta mengikis stigma negatif terhadap migrasi.
Hari Migran Internasional 2025 menjadi pengingat bahwa migrasi adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan peradaban manusia. Dengan pendekatan yang adil, inklusif, dan berlandaskan kemanusiaan, migrasi dapat menjadi kekuatan positif bagi pembangunan global sekaligus memperkuat nilai solidaritas antarbangsa.
(Rep/Nissa)
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu







