Anak di Pengungsian Agam Mau Jadi Tentara, Prabowo ke Menhan: Kasih Petunjuk Dong

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 18 Desember 2025 | 12:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan seorang anak (baju merah) pengungsi di Agam, Sumbar. (Foto/YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan seorang anak (baju merah) pengungsi di Agam, Sumbar. (Foto/YouTube Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin untuk memberikan petunjuk kepada anak di Agam, Sumatera Barat (Sumbar) yang ingin menjadi tentara.

Mulanya, Prabowo meninjau posko pengungsian bencana di SD Negeri 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar, pada Kamis (18/12/2025).

Di tengah-tengah kunjungannya itu, Prabowo memperkenalkan para pejabat yang turut hadir dalam tinjauan tersebut.

Hingga akhirnya, Prabowo bertanya kepada para pengungsi siapa nama Menhan.

"Menteri pertahanan kenal? Siapa namanya?" tanya Prabowo.

"Sjafrie. Pak Sjafrie," jawab warga bersahut-sahutan.

Prabowo kembali bertanya siapakah nama lengkap Menhan Sjafrie itu.

"Sjafrie siapa?" tanya Prabowo lagi.

"Sjamsoeddin," jawab sebagian warga

"Sjamsoeddin. Sini kau. Ya, ya, itu," balas Prabowo mencari suara anak yang menjawab pertanyaannya dengan benar.

Lantas, seorang anak laki-laki berbaju merah menghampiri Prabowo. Dia ditanya oleh presiden apakah masih bersekolah atau tidak.

"Kau masih sekolah?" kata Prabowo.

"Masih," jawabnya.

"Kelas berapa?" balas Prabowo.

"2 SMA," sahut si anak.

"Kelas 2 SMA? Pintar juga kau ya. Kok kenal nama pejabat ini," timpal Presiden.

Anak ini pun langsung memberi tahu bahwa dirinya bercita-cita menjadi tentara.

"Mau jadi tentara, Pak," bisik si anak.

"Mau jadi tentara? Pantasan hafal nama menteri pertahanan. Kau minta petunjuk sama beliau," jawab Presiden sambil menunjuk Sjafrie.

Prabowo selanjutnya mengantar anak tersebut kepada Sjafrie. Menhan dan anak ini pun kemudian bersalaman.

"Petunjuk kasih dong," ucap Prabowo lagi ke Sjafrie.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: