Madrasah Rusak Akibat Banjir, Menag Dorong Bantuan Filantropi di Aceh
BeritaNasional.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta lembaga filantropi, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), untuk memberikan bantuan berupa pembangunan madrasah sementara bagi siswa terdampak bencana banjir hidrometeorologi di Aceh. Permintaan ini menyusul banyaknya madrasah yang rusak berat hingga hanyut.
Permintaan tersebut disampaikan Nasaruddin usai meninjau tenda pengungsian di Pidie Jaya, Kamis (18/12/2025) lalu.
"Kita menyaksikan madrasah-madrasah yang hanyut paska banjir. Tadi kita saksikan, anak-anak belajar di tenda. Kita berharap ada tempat yang lebih baik untuk mereka," ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan madrasah permanen akan menjadi tanggung jawab Kementerian Agama (Kemenag) yang baru bisa dilaksanakan tahun depan. Oleh karena itu, bantuan sementara sangat dibutuhkan.
"Semoga teman-teman dari BAZNAS, LAZ, bisa membantu memberikan solusi madrasah sementara. Kami di Kemenag akan membangun kembali madrasah permanen yang itu baru bisa dilaksanakan tahun depan," sambung Menag.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS Noor Achmad yang hadir mendampingi Menag, mengungkapkan kesediaan lembaganya untuk segera membangun madrasah sementara.
"Kalau Bapak Menteri izinkan, kami akan bangunkan madrasah sementara. Ini kita fasilitasi untuk anak-anak sampai madrasah permanen yang dibangun Kemenag selesai," kata Noor Achmad.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Azhari menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa Keuchik (Kepala Desa) untuk menyiapkan lahan baru. Pasalnya, tanah tempat berdirinya madrasah kini sudah berubah fungsi.
"Misalnya di Desa Seunong tempat MIN 5 Pidie Jaya ini. Tanah yang semula menjadi tempat berdiri madrasah, sekarang berubah jadi sungai. Artinya harus dicarikan tanah lain lagi," tutur Azhari.
Untuk sementara waktu, Azhari melanjutkan, pihak Kemenag telah bersepakat dengan Keuchik Desa Seunong untuk memanfaatkan meunasah (surau/mushola) sebagai ruang belajar sementara. Berdasarkan data hingga 18 Desember 2025, tercatat ada tujuh madrasah yang hilang atau hanyut serta tiga madrasah yang roboh pascabencana tersebut. Selain itu, lebih dari 200 madrasah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga berat.
"Jadi kita berharap apa yang terjadi hari ini tidak mengganggu anak-anak untuk belajar. Agar besok 10 Januari anak-anak bisa belajar kembali," paparnya.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






