Jepang Dihantam Flu Burung: 280 Ribu Ayam di Kyoto Terancam Dimusnahkan
BeritaNasional.com - Krisis flu burung di Jepang kian meluas. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) resmi mengonfirmasi temuan wabah flu burung patogenik tinggi di sebuah peternakan di Prefektur Kyoto pada Rabu (24/12/2025). Ini menjadi kasus kesembilan yang tercatat sepanjang musim ini.
Wabah terbaru ini terdeteksi di sebuah peternakan unggas di Kota Kameoka, Kyoto, yang menampung sekitar 280 ribu ekor ayam petelur.
Kronologi Penemuan Kasus
Kecurigaan muncul setelah pihak berwenang setempat menerima laporan adanya kematian unggas yang tidak wajar pada Selasa kemarin. Tes cepat (rapid test) yang dilakukan di hari yang sama menunjukkan hasil positif.
Kepastian mengenai tingkat bahaya virus baru didapat pada Rabu pagi melalui hasil pengujian genetik yang mengonfirmasi bahwa infeksi tersebut berasal dari virus flu burung dengan patogenisitas tinggi.
Guna memutus rantai penyebaran, pemerintah Jepang langsung mengambil langkah-langkah darurat sesuai protokol kesehatan hewan:
- Eradikasi: Seluruh 280.000 ayam di peternakan terdampak akan dimusnahkan, dibakar, dan dikubur.
- Zona Larangan: Pemerintah menetapkan radius 3 km sebagai wilayah steril di mana pemindahan ayam dan telur dilarang keras.
- Pembatasan Distribusi: Untuk peternakan dalam radius 3 hingga 10 km, produk unggas dilarang untuk dikirim ke luar wilayah tersebut.
Disinfeksi Ketat: Upaya sterilisasi di sekitar lokasi terus diperkuat.
2,4 Juta Unggas Dimusnahkan
Musim flu burung di Jepang tahun ini tergolong cukup berat. Sejak kasus pertama dikonfirmasi di Hokkaido pada 22 Oktober lalu, delapan wabah sebelumnya telah memaksa pemusnahan hampir 2,4 juta ekor ayam di berbagai wilayah.
Tim investigasi epidemiologi kini telah diterjunkan ke Kyoto untuk menyelidiki asal muasal virus. Kementerian Pertanian juga bersiaga mengirimkan tim ahli tambahan jika situasi terus memburuk.
Mengingat musim flu burung di Jepang biasanya bertahan hingga musim semi mendatang, otoritas meminta para peternak di seluruh negeri untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Sumber: Xinhua News
PERISTIWA | 14 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







