Dari Nglanggeran hingga Wae Rebo, 10 Desa Wisata Autentik Pilihan Liburan

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 30 Desember 2025 | 19:48 WIB
Ilustrasi tempat wisata di Yogyakarta. (Foto/Istimewa)
Ilustrasi tempat wisata di Yogyakarta. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com -  Libur akhir tahun kerap identik dengan destinasi ramai, pusat perbelanjaan, atau tempat wisata populer yang penuh sesak pengunjung.

Namun, tren wisata kini mulai bergeser. Banyak pelancong justru mencari pengalaman yang lebih tenang, personal, dan sarat makna. Di sinilah desa wisata autentik hadir sebagai pilihan yang semakin diminati.

Tak hanya menawarkan panorama alam yang memanjakan mata, desa wisata juga menghadirkan kehangatan budaya, kearifan lokal, hingga interaksi langsung dengan masyarakat setempat.

Liburan pun terasa lebih hidup, bukan sekadar mengisi galeri foto, tetapi juga memperkaya sudut pandang.

Berikut ini 10 desa wisata autentik favorit di Indonesia yang layak masuk daftar perjalanan akhir tahun Anda.

1. Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta

Terletak di kawasan Gunungkidul, Desa Nglanggeran dikenal lewat pesona Gunung Api Purba yang eksotis. Selain trekking ringan, wisatawan dapat merasakan suasana desa yang masih asri, mencicipi kuliner lokal, hingga menginap di homestay warga. Menyambut matahari terbit dari puncak gunung menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

2. Desa Penglipuran, Bali

Jika Bali identik dengan pantai, Penglipuran justru menawarkan wajah Bali yang berbeda. Desa ini terkenal dengan tata ruang tradisional yang rapi dan bersih, serta kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat. Berjalan santai di jalan desa sambil menyaksikan rumah adat berjejer rapi menjadi pengalaman sederhana yang menenangkan.

3. Desa Wisata Sade, Lombok Tengah

Desa Sade menghadirkan kehidupan Suku Sasak yang masih lestari hingga kini. Rumah adat berdinding anyaman bambu dan beratap alang-alang menjadi ciri khasnya. Wisatawan dapat menyaksikan langsung proses menenun kain tradisional sekaligus mendengar cerita turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi.

4. Desa Wisata Pentingsari, Sleman

Berada di lereng Merapi, Pentingsari menawarkan kombinasi wisata alam, budaya, dan edukasi. Aktivitas seperti bertani, belajar gamelan, hingga menyusuri sungai menjadi daya tarik utama. Desa ini cocok bagi keluarga yang ingin memperkenalkan anak pada nilai kebersamaan dan kehidupan pedesaan.

5. Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Dikenal sebagai “desa di atas awan”, Wae Rebo menyuguhkan lanskap pegunungan yang magis. Rumah adat berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang menjadi simbol kehidupan komunal masyarakatnya. Perjalanan menuju desa ini memang menantang, tetapi pengalaman yang ditawarkan sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.

6. Desa Wisata Baduy Luar, Banten

Bagi pencari ketenangan sejati, Baduy Luar menjadi destinasi yang tepat. Tanpa listrik dan teknologi modern, pengunjung diajak kembali pada kesederhanaan. Interaksi dengan masyarakat Baduy membuka ruang refleksi tentang hubungan manusia dengan alam dan nilai hidup yang bersahaja.

7. Desa Wisata Kete Kesu, Toraja

Desa ini menjadi gerbang untuk memahami budaya Toraja yang unik dan penuh filosofi. Rumah adat Tongkonan, situs pemakaman batu, serta upacara adat menjadi daya tarik utama. Mengunjungi Kete Kesu bukan sekadar wisata, melainkan perjalanan budaya yang mendalam.

8. Desa Wisata Taro, Gianyar

Desa Taro menawarkan suasana pedesaan Bali yang masih alami, jauh dari hiruk-pikuk wisata massal. Selain dikenal sebagai habitat sapi putih yang disakralkan, desa ini juga memiliki jalur trekking alam dan pertanian organik yang menarik bagi pencinta wisata berkelanjutan.

9. Desa Wisata Sawai, Maluku Tengah

Berada di pesisir Pulau Seram, Desa Sawai menyuguhkan perpaduan laut biru jernih dan hutan tropis yang rimbun. Aktivitas snorkeling, menyusuri sungai, hingga menikmati hasil laut segar menjadi agenda favorit wisatawan yang ingin merayakan akhir tahun dengan nuansa alam.

10. Desa Wisata Pujon Kidul, Malang

Desa ini dikenal sebagai contoh sukses desa wisata berbasis masyarakat. Hamparan sawah, udara sejuk pegunungan, serta kafe sawah yang ikonik menjadikan Pujon Kidul favorit wisatawan. Selain berwisata, pengunjung juga dapat belajar tentang pengelolaan desa dan ekonomi kreatif lokal.

(rep/Nissa)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: