Produksi Jagung Tembus 16 Juta Ton, Serapan Bulog Capai 63 Persen
BeritaNasional.com - Polri mencatat kontribusi signifikan dalam program nasional swasembada pangan melalui peningkatan produksi jagung sepanjang tahun 2025.
Upaya tersebut berhasil mendorong produksi jagung nasional hingga menembus lebih dari 16 juta ton.
Capaian ini disampaikan As SDM Kapolri Irjen Anwar, dengan target produksi jagung sebesar 4 juta ton pada 2025 melalui optimalisasi lahan potensial seluas 1.378.608 hektare. Target tersebut merupakan hasil pemetaan dan pemanfaatan lahan potensial yang jauh lebih luas.
“Jika dibandingkan data Badan Pusat Statistik Januari–Desember 2024 yang sebesar 15 juta ton lebih, pada tahun 2025 ini produksi jagung meningkat menjadi 16,5 juta ton lebih. Terdapat tambahan produksi sebesar 1.362.000 ton atau naik lebih dari 9 persen. Sehingga, pemerintah memutuskan tidak impor jagung,” ujar Anwar dalam rilis akhir tahun (RAT) di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Selain peningkatan produksi, Polri juga aktif mengawal target serapan jagung oleh Bulog. Hingga saat ini, dari target serapan sebesar 147.000 ton pada 2025, realisasi telah mencapai 63 persen. Angka tersebut bahkan disebut telah mencapai 150 persen bila dibandingkan dengan capaian serapan pada 2024.
“Kami optimistis hingga akhir tahun target 147.000 ton tersebut dapat terselesaikan sepenuhnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anwar memaparkan bahwa puncak produksi jagung terjadi pada kuartal II 2025 dengan capaian sebesar 1,89 juta ton. Namun, pada kuartal III dan IV terjadi penurunan produksi akibat sejumlah faktor.
“Kuartal III agak menurun, yaitu 751.422 ton, dan kuartal IV terdapat penurunan karena memang berbagai permasalahan seperti iklim, bencana di Sumatera, serta perlunya modernisasi peralatan produksi jagung,” terang dia.
“Karena setelah kita berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian, saat ini modernisasi baru dialokasikan untuk padi. Mudah-mudahan pada 2026 modernisasi peralatan juga ditambahkan untuk jagung,” tambah Sigit.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






