Israel Akui Kedaulatan Somaliland, Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Darurat
BeritaNasional.com - Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat pada Senin (30/12/2025) waktu setempat guna merespons langkah kontroversial Israel yang mengakui Somaliland sebagai wilayah yang memisahkan diri dari Somalia alias negara berdaulat.
Keputusan Israel ini memicu kecaman luas dari komunitas internasional dan mayoritas anggota Dewan Keamanan.
Langkah sepihak Israel tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap hukum internasional, sementara Amerika Serikat menjadi satu-satunya anggota yang menunjukkan dukungannya terhadap hak diplomatik Israel.
Kecaman Keras dari Blok Afrika dan Pakistan
Kelompok negara Afrika di Dewan Keamanan (A3+), yang terdiri dari Aljazair, Sierra Leone, dan Somalia, bersama Guyana serta didukung oleh Pakistan, mengutuk keras tindakan Israel.
Dalam pernyataan bersamanya, kelompok A3+ menegaskan bahwa secara hukum, Somaliland tidak memiliki wewenang untuk membuat perjanjian internasional atau pengakuan kedaulatan dengan negara lain.
"Pengakuan Israel terhadap Somaliland merupakan pelanggaran langsung terhadap Piagam PBB, prinsip dasar Uni Afrika, serta penghinaan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Somalia," bunyi pernyataan resmi kelompok tersebut.
Kelompok A3+ juga menyerukan agar Israel segera mencabut pengumuman tersebut karena dianggap batal demi hukum dan menciptakan preseden berbahaya bagi perdamaian dunia.
Salah satu poin paling krusial dalam pertemuan tersebut adalah penolakan tegas terhadap isu penggunaan wilayah Somaliland sebagai tempat relokasi paksa warga Palestina dari Gaza.
Kelompok A3+ menegaskan bahwa kedaulatan Somalia dan masa depan rakyat Palestina bukanlah alat tawar-menawar politik.
"Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga tercela secara moral. Penghinaan total terhadap hukum dan moralitas ini harus dihentikan sekarang juga," tegas pernyataan A3+.
Wakil Tetap China untuk PBB Sun Lei menyatakan keprihatinan mendalam dan menentang keras campur tangan aktor eksternal dalam urusan internal Somalia.
China menegaskan bahwa Somaliland adalah bagian tak terpisahkan dari Somalia.
"Negara-negara di luar kawasan harus menghentikan campur tangan yang tidak beralasan. Tidak ada negara yang boleh mendukung kekuatan separatis demi kepentingan geopolitik pribadi," ujar Sun Lei.
Senada dengan China, perwakilan Pakistan, Usman Jadoon, menyebut langkah Israel sebagai serangan langsung terhadap perbatasan Somalia yang diakui secara internasional. "Ini adalah pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional," tambahnya.
Di tengah gelombang penolakan, Tammy Bruce selaku wakil perwakilan AS untuk PBB menyatakan bahwa Israel memiliki hak yang sama dengan negara berdaulat lainnya dalam menjalin hubungan diplomatik. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada perubahan kebijakan dari pihak Washington.
"Mengenai masalah Somaliland, kami tidak memiliki pengumuman apa pun terkait pengakuan AS terhadap Somaliland. Dan, tidak ada perubahan dalam kebijakan Amerika," kata Bruce.
Hampir seluruh anggota Dewan Keamanan PBB menutup pertemuan dengan menekankan kembali pentingnya menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB dan menghormati integritas wilayah setiap negara anggota.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







