Cerita Pengalaman Lintas Iman Prabowo

Oleh: Kiswondari
Selasa, 06 Januari 2026 | 11:29 WIB
Presiden Prabowo menghadiri acara Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Presiden Prabowo menghadiri acara Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026) malam, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebanggaannya terhadap nilai toleransi yang telah mengakar kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia sejak masa para pendiri bangsa. Selain mencontohkan kisah Soekarno, yang membangun Masjid Istiqlal sebagai simbol persatuan dengan menunjuk arsitek beragama Nasrani, ia pun menceritakan pengalaman lintas iman yang ia alami.

“Saya sangat bangga dengan contoh pemimpin-pemimpin kita. Bung Karno Presiden, dia membuat masjid terbesar Republik Indonesia, Masjid Istiqlal. Arsiteknya ditunjuk orang Nasrani. Di mana ada seperti ini?” kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo juga berbagi pengalaman pribadi yang mencerminkan semangat persaudaraan lintas iman. Ia menceritakan pembangunan masjid di Hambalang yang melibatkan arsitek dan pekerja beragama Katolik, serta pengalamannya membina kelompok musik yang anggotanya berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

Prabowo juga mengisahkan pengalamannya saat bertugas sebagai prajurit TNI, di mana saat itu ia memimpin prajurit dari berbagai latar belakang agama. Menurutnya, pengabdian para prajurit kepada bangsa dan negara melampaui perbedaan keyakinan.

"Waktu di tentara, anak buah saya ada yang Hindu, ada yang Katolik, ada yang Protestan. Saya masih ingat, anak buah saya yang gugur, masih ingat. Waktu saya perintahkan dia maju, dia tidak bertanya, dia melaksanakan tugas dia," ujarnya. 

Menurut mantan Komandan Jenderal Kopassus ini, kisah-kisah tersebut merupakan gambaran nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Presiden Prabowo pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kerja sama, serta saling mengasihi, menghormati, melindungi, dan memaafkan satu sama lain. 

Lebih dari itu, Prabowo secara pribadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Saya pribadi sebagai Prabowo Subianto dan sebagai Presiden Republik Indonesia, kalau ada kata-kata saya yang salah, yang menyinggung perasaan siapapun, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucap Presiden.

Menutup sambutannya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja keras menghapus kemiskinan, mengurangi penderitaan rakyat, khususnya di daerah terdampak bencana, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

"Kami bekerja keras, mengurangi penderitaan dan kesulitan rakyat kita. Apalagi sekarang, di daerah-daerah bencana. Kami bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Percayalah itu, itu niat kami dan kami sangat optimis, kami sangat percaya bahwa kami berada di jalan yang benar, di jalan di atas kebenaran, di atas keadilan, dan sesungguhnya hanya untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia," pungkas Prabowo.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: