Penutupan Tahun Yubelium di Vatikan, Pemuda Katolik Gaungkan Pesan Optimisme untuk Indonesia

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026 | 14:48 WIB
Penutupan Tahun Yubelium di Vatikan, Pemuda Katolik Gaungkan Pesan Optimisme untuk Indonesia. (Foto/istimewa)
Penutupan Tahun Yubelium di Vatikan, Pemuda Katolik Gaungkan Pesan Optimisme untuk Indonesia. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Suasana khidmat menyelimuti Basilika Santo Petrus, Vatikan saat ribuan umat Katolik dari penjuru dunia berkumpul menyaksikan momen bersejarah. Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, turut hadir dalam upacara Penutupan Tahun Yubelium 2025 "Peziarah Pengharapan" dipimpin Paus Leo XIV pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat.

Diawali prosesi sakral penutupan Porta Santa (Pintu Suci) sebagai simbol berakhirnya masa rahmat khusus Tahun Yubelium. Dilanjutkan dengan Misa Epifani (Penampakan Tuhan) yang diikuti sekitar 5.800 umat, termasuk anggota Korps Diplomatik yang terakreditasi di Takhta Suci Vatikan.

“Puji Tuhan, saya berkesempatan hadir langsung dalam momen penutupan Porta Santa di Vatikan,” kata Gusma dalam keteranganya dikutip Rabu (7/1/2026).

Bagi Stefanus Gusma, penutupan Pintu Suci bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru umat beriman, khususnya di Indonesia. Dengan meneruskan semangat untuk optimis dalam menjalani kehidupan rohani.

“Ini sungguh waktu yang indah dan penuh makna, bisa berkumpul dan berdoa bersama umat Katolik dari seluruh dunia,” ujar Gusma.

“Meski Porta Santa telah ditutup, semangat Tahun Yubelium tidak boleh berhenti. Saya berharap umat Katolik tetap rajin berdoa, setia dalam peziarahan iman, dan terus memohon kebaikan bagi dunia serta bangsa Indonesia,” tambah dia..

Selain mengikuti prosesi penutupan Tahun Yubelium, Gusma juga menyempatkan diri berdoa di makam Paus Fransiskus. Dalam doa tersebut, ia mengenang momen perjumpaan Paus Fransiskus dengan para tokoh pemuda lintas iman asal Indonesia.

“Saat berdoa di makam Paus Fransiskus, saya teringat pertemuan kami bersama para pemuda lintas iman dalam deklarasi Jakarta Vatikan pada Agustus 2024, yang kemudian berlanjut saat kunjungan Paus ke Indonesia pada September 2024. Pesan beliau selalu konsisten sebarkan perdamaian, bangun persaudaraan, dan rawat kemanusiaan,” ungkap Gusma.

Dalam kesempatan berbeda, Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo dalam khotbahnya beberapa hari lalu, mengajak umat semakin terus menabur benih-benih pengharapan dan kebaikan meski Tahun Yubelium berakhir.

"Semoga peziarahan kita sepanjang tahun suci memperdalam iman kita dan mendorong kita semua untuk terus menjadi peziarah dan penabur-penabur pengharapan, meski tahun suci sudah berakhir kita terus diharapkan menjadi peziarah dan penabur harapan yang semakin giat," kata Suharyo dalam khotbahnya.

Sebagai informasi, Tahun Yubelium 2025 yang berlangsung lebih dari satu tahun telah menjadi magnet rohani bagi jutaan peziarah dari seluruh dunia. Selain Basilika Santo Petrus, tiga basilika utama lainnya di Roma juga menjadi pusat ziarah, yakni Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Basilika Santo Yohanes Lateran, dan Basilika Santa Maria Maggiore.

Di keempat basilika tersebut, setiap hari sejak pagi hingga senja, lantunan doa dan nyanyian terdengar dalam berbagai bahasa—mulai dari Inggris, Prancis, Spanyol, Jepang, Tiongkok, Korea, Filipina, Portugis, hingga Indonesia—menjadi tanda nyata wajah Gereja yang universal, beragam, namun tetap satu dalam iman dan harapan.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: