Cerita Prabowo Banyak yang Mau Nyogok sampai Bikin Geleng-Geleng Kepala

Oleh: Kiswondari
Rabu, 07 Januari 2026 | 20:36 WIB
Cerita Prabowo banyak yang mau nyogok sampai bikin geleng-geleng kepala. (BeritaNasional/YouTube BPMI Setpres)
Cerita Prabowo banyak yang mau nyogok sampai bikin geleng-geleng kepala. (BeritaNasional/YouTube BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa selama setahun ia menjabat. sudah banyak pihak yang mencoba menyogok dirinya demi kepentingan kelompok, yang membuatnya sampai terheran-heran. Karena itu, ia pun menegaskan bahwa penegakkan aturan dilakukan tanpa konflik kepentingan dan dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan demi kepentingan bangsa dan negara.

"Jangan berkuasa habis itu menjual diri, iya kan? Aku satu tahun saja jadi Presiden, geleng-geleng kepala juga. Saya berapa kali saya mau disogok, minta ini minta itu? Tegakkan peraturan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara, saya tidak ikut yang lain-lain," kata Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Prabowo pun menceritakan tentang dirinya yang belum lama ini diberikan daftar puluhan perusahaan yang melanggar dan akan dicabut izinnya. Ia menegaskan dirinya tidak ingin terlibat langsung dalam pengecekan daftar perusahaan pelanggar tersebut demi menghindari potensi konflik kepentingan.

"Saya bilang, saya tidak mau karena ada teman saya di situ. Iya kan, tidak enak, bisa terpengaruh. Saya begitu saya lihat, eh ini Gerindra lagi, jadi lebih baik saya tidak mau lihat. Saya tidak mau tahu," ujarnya. 

Jadi, kata Prabowo, kalau tiba-tiba ada perkara yang dicabut ia meminta publik untuk menyalahkan Jaksa Agung, karena dia sendiri tidak ingin ada konflik kepentingan dalam perkara hukum dari orang-orang yang ia kenal. 

"Iya kan? Memang kalian Menteri-menteri kalian diangkat iya kan, kalian diangkat untuk ya untuk dihujat, enggak apa-apa," ujarnya. 

"Saya enggak mau baca karena saya tidak mau terpengaruh. Kemarin ada Menteri (mengatakan), “Pak, pak, tolong di baca ini Pak, ini ada nama-namanya.” Eh, jangan-jangan," imbuhnya.

Namun demikian, Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra ini menginstruksikan bahwa semua yang melanggar hukum harus ditindak. Itu adalah perintah yang sederhana dan tidak perlu lagi ditarfsirkan. 

"Saya takut ada teman saya di situ atau ada anggota Gerindra, kalau sekarang saya bilang saya enggak tahu, saya serahkan ke aparat penegak hukum. Mereka tanya “Pak, apa petunjuk?”, yang melanggar tindak, sederhana. Bahasa Indonesia enggak usah ditafsirkan," tegasnya. 

Bagi Prabowo, mandat UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) sudah sangat jelas, yakni bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Apa yang tidak jelas? Yang tidak paham, keluar saja dari jabatan. Segera mengundurkan diri. Banyak yang bisa gantikan, saudara-saudara. Anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan," tegasnya.

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: