Telkomsel Rilis Whitepaper Ramadan 2026, Bocorkan Strategi Iklan Digital Paling Efektif

Oleh: Imantoko Kurniadi
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:09 WIB
Dukung transformasi digital, Telkomsel perluas jaringan Hyper 5G ke Bandung Raya. (BeritaNasional/doc. Tsel)
Dukung transformasi digital, Telkomsel perluas jaringan Hyper 5G ke Bandung Raya. (BeritaNasional/doc. Tsel)

BeritaNasional.com -  Menyambut Ramadan 2026, Telkomsel melalui Telkomsel Enterprise merilis whitepaper “DigiAds Ramadan Insight 2026: Weaving Threads of Impact to Win Ramadan”.

Laporan ini dirancang sebagai panduan berbasis data bagi brand dan pelaku usaha agar mampu merancang kampanye Ramadan yang lebih tepat sasaran, relevan, dan memberi dampak nyata.

Mengacu pada data Ramadan 2025, keterlibatan pelanggan tercatat melonjak hingga 112% dibanding hari biasa.

Kenaikan ini ditopang oleh aktivitas media sosial yang tumbuh 3% secara tahunan, belanja online naik 8%, serta penggunaan layanan keuangan yang juga meningkat 8%.

Temuan tersebut menegaskan pentingnya strategi pemasaran digital-first, terutama menjelang Ramadan tahun depan.

“Kekuatan kampanye bukan hanya tentang seberapa luas pesan tersampaikan, tetapi juga seberapa relevan dan bermakna pesan tersebut bagi audiens," kata VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel, Arief Pradetya, dikutip dalam keterangannya, Kamis (14/1/2026).

Dengan analisis mendalam berbasis data survey dan insight dari basis pelanggan terbesar dan terluas di Indonesia, "kami ingin membantu pelaku industri memaksimalkan peluang di tengah kompleksitas perilaku konsumen digital yang terus berkembang,” lanjutnya.

Micro-moments Jadi Kunci Performa Kampanye

Whitepaper ini juga menyoroti masih besarnya peluang brand dalam memaksimalkan waktu tayang iklan, khususnya pada momen-momen krusial Ramadan.

Tiga micro-moments dengan trafik digital tertinggi adalah waktu sahur (03.00–05.00), ketika aktivitas digital naik lebih dari 87% dan konsumsi TV melonjak di atas 88% waktu zuhur (11.00–14.00) dengan lonjakan browsing dan media sosial serta menjelang buka puasa (16.00–19.00) yang menjadi puncak engagement untuk belanja dan hiburan.

Penyesuaian pesan dengan konteks di jam-jam ini dinilai mampu meningkatkan relevansi kampanye secara signifikan.

Profil Audiens Paling Responsif

Berdasarkan analisis 8,7 juta klik dan tap dari kampanye Ramadan 2025, audiens dengan tingkat konversi tertinggi didominasi oleh 94% pengguna beragama Islam.

Kelompok usia terbanyak berasal dari Milenial (39%), disusul Gen X (29%) dan Gen Z (23%). Mereka banyak terkonsentrasi di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara, dengan karakter aktif di media sosial (58%), rutin berbelanja online (17%), serta menggunakan layanan keuangan digital (14%).

Peningkatan aktivitas ibadah selama Ramadan terbukti berjalan beriringan dengan lonjakan aktivitas digital, menciptakan momentum strategis bagi brand untuk menjangkau audiens secara lebih presisi.

Belanja Naik, Kanal Terbagi

Dari sisi konsumsi, lebih dari 54% responden meningkatkan pengeluaran selama Ramadan, dengan nilai belanja rata-rata Rp3,5–7 juta.

Kebutuhan utama masih didominasi bahan masak (60%) dan makanan siap saji (50%). Meski demikian, pola belanja terbagi cukup seimbang, dengan 64% memilih kanal online dan 36% tetap berbelanja offline.

Kondisi ini mempertegas pentingnya pendekatan omni-channel yang konsisten di seluruh titik interaksi konsumen.

Performa Kampanye dan Komitmen Data

Sejumlah kampanye Ramadan 2025 bersama DigiAds Telkomsel mencatat hasil positif, termasuk kampanye e-commerce dengan CTR di atas 2,5% serta layanan keuangan dengan CTR hingga 1,33%. Secara keseluruhan, 98% brand berhasil mencapai KPI, dengan peningkatan signifikan pada awareness, consideration, conversion, hingga advocacy.

“Temuan Ramadan 2025 menegaskan bahwa relevansi dan presisi menjadi kunci utama keberhasilan kampanye Ramadan, bukan hanya dari besarnya jangkauan atau volume pesan. Dengan data insight dan solusi digital yang terintegrasi dari Telkomsel, kami berkomitmen membantu pelaku industri menenun strategi pemasaran dan membawakan pertumbuhan nyata selama Ramadan 2026,” tutup Arief.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: