Update Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, Dirjen Hubud Ungkap Investigasi Ditangani KNKT

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 19 Januari 2026 | 11:44 WIB
Penampakan Badan dan Ekor Pesawat ATR Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung, Tertutup Kabut. (Foto/Istimewa)
Penampakan Badan dan Ekor Pesawat ATR Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung, Tertutup Kabut. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan keterangan resmi terkait penemuan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT. 

Pesawat yang membawa 10 orang tersebut telah teridentifikasi jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, setelah dinyatakan hilang kontak sejak Sabtu (17/1/2026).

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan titik koordinat jatuhnya pesawat berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Lokasi tersebut ditemukan melalui operasi terpadu tim SAR Gabungan pada Minggu (18/1/2026) pagi Wita.

Terkait spekulasi penyebab kecelakaan, Lukman menegaskan pihaknya memegang prinsip kehati-hatian dan tidak akan mengeluarkan pernyataan tanpa landasan teknis yang kuat.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa pada tahap ini belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian," kata Lukman melalui keterangan persnya di Jakarta pada Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan seluruh data lapangan akan diserahkan kepada pihak yang berwenang melakukan analisis kecelakaan transportasi. 

"Seluruh aspek yang berkaitan dengan proses investigasi, termasuk faktor penyebab kecelakaan pesawat, sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan akan disampaikan secara resmi oleh KNKT sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih berupaya melakukan langkah-langkah evakuasi di medan sulit Gunung Bulusaraung sembari menunggu kedatangan tim investigator KNKT di lokasi kejadian.

Kronologi Pencarian

Diketahui, pencarian pesawat dimulai sejak Minggu pukul 06.15 Wita dengan mengerahkan teknologi drone dan helikopter milik TNI Angkatan Udara. Tim di lapangan berhasil menemukan titik terang pertama pada pukul 07.46 WITA.

"Pada pukul 07.46 WITA, tim berhasil mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan," ujar Lukman F. Laisa dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Hanya berselang tiga menit kemudian, laporan visual menunjukkan kerusakan yang lebih signifikan pada badan pesawat. "Selang tiga menit kemudian, tepatnya pada pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya," tambahnya.

Identitas Korban

Pesawat tersebut diketahui mengangkut 7 orang awak dan 3 penumpang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. 

Lukman memerinci nama-nama awak yang bertugas adalah Capt. Andy Dahananto, M. Farhan Gunawan (FO), Hariadi (FOO), Restu Adi P (EOB), Dwi Murdiono (EOB), serta dua pramugari Florencia Lolita dan Esther Aprilita S. Sementara itu, tiga penumpang yang terdata adalah Deden, Ferry, dan Yoga.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: