Pemerintah Akui Sekolah Pascabencana di Sumatera Belum Ideal

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 | 17:59 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyapa anak-anak saat mengunjungi posko pengungsian di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Presiden Prabowo Subianto menyapa anak-anak saat mengunjungi posko pengungsian di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti, mengakui penyelenggaraan sekolah di daerah terdampak bencana masih belum ideal.

Hingga kini pemerintah terus berupaya melakukan akselerasi agar kondisi pendidikan kembali normal.

"Sekadar informasi umum, untuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara, pembelajaran sudah berlangsung 100%. Hanya memang belum ideal," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Kondisi yang belum ideal antara lain karena sebagian sekolah masih menumpang di sekolah lain, serta penggunaan sistem belajar bergantian (shift).

"Jadi ada yang pagi, ada yang sore. Ada juga yang masih belajar di tenda," jelas Abdul.

Sementara itu, di Aceh, 95 persen pembelajaran sudah berjalan. Daerah yang belum menggelar kegiatan belajar adalah Aceh Tamiang, yang mengalami kerusakan berat.

"Nah untuk Aceh, 95% sudah belajar, sudah mulai pembelajaran. Yang belum itu terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, yang mengalami kerusakan sangat berat," ujar Abdul.

Abdul menambahkan, pihaknya telah menggelar rapat dengan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, untuk mempercepat pemulihan kondisi pembelajaran di daerah terdampak bencana.

"Kami barusan rapat dengan Kasad untuk bekerja sama dalam percepatan penyelesaian. Kondisi dan kerusakannya perlu perhatian khusus serta kerja sama lintas kementerian," jelasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: