Pencegahan Penyiksaan, ORI Tingkatkan Kerjasama dengan Denmark
BeritaNasional.com - Ombudsman RI (ORI) mengharapkan dapat meningkatkan kerja sama dengan Ombudsman Parlemen Denmark dalam isu pencegahan penyiksaan.
Saat menerima kunjungan Ombudsman Parlemen Denmark di Jakarta, Senin (19/1), Wakil Ketua Ombudsman RI Bobby Hamzar Rafinus mengatakan pihaknya bersama Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan (KuPP) menghadapi persoalan yang cukup menantang dalam implementasi pencegahan penyiksaan di Indonesia.
"Kami membutuhkan lebih banyak lagi sharing pengalaman bagaimana Denmark mengimplementasikannya," ujar Bobby seperti dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Apalagi Direktur Hubungan Internasional Ombudsman Parlemen Denmark Klavs Kinnerup Hede merupakan anggota Komite Eropa untuk Pencegahan Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman yang Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat.
KuPP merupakan mekanisme kolaboratif lembaga negara di Indonesia yang bertujuan mencegah penyiksaan, perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat di berbagai tempat penahanan, panti sosial, dan tempat tertutup lainnya, sesuai mandat konvensi internasional.
KuPP terdiri atas Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), Komnas Perempuan, Ombudsman RI, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
ORI menerima kunjungan Ombudsman Parlemen Denmark dalam rangka membahas kerja sama antara kedua lembaga.
ORI dan Ombudsman Parlemen Denmark merupakan penerima manfaat dalam kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah kerajaan Denmark sebagaimana dinyatakan dalam Rencana Aksi 2025-2029 yang telah disepakati kedua negara.
Bobby menuturkan fokus kerja sama kali ini mengenai transformasi digital. Beberapa usulan kegiatan berupa digitalisasi arsip dan pembuatan peta jalan teknologi informasi.
"Ombudsman RI sudah banyak memiliki perkembangan terkait digitalisasi. Yang terbaru kami memiliki dashboard untuk memantau perkembangan penyelesaian laporan, kami menantikan kerja sama lebih erat," ungkapnya
Sementara itu, Direktur Hubungan Internasional Ombudsman Parlemen Denmark Klavs Kinnerup Hede menyatakan Ombudsman Parlemen Denmark sudah pernah bekerja sama mengenai isu disabilitas pada tahun 2024 yang lalu.
"Kerja sama antar Ombudsman dunia merupakan hal yang baik. Kami ingin memperluas kolaborasi dengan banyak Ombudsman," tutur Klavs.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







