Banjir Rendam 20 Kelurahan di Jakarta, Ribuan Warga Mengungsi

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 25 Januari 2026 | 18:31 WIB
Personel dari Polda Metro Jaya saat melakukan evakuasi terhadap korban banjir. (Foto/istimewa)
Personel dari Polda Metro Jaya saat melakukan evakuasi terhadap korban banjir. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Lebih dari 1.600 warga Jakarta terpaksa mengungsi akibat banjir yang merendam permukiman setelah hujan deras melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan jumlah pengungsi tersebar di sejumlah titik di Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

“Berdasarkan data yang kami terima, terdapat sedikitnya 585 kepala keluarga atau 1.623 jiwa yang terdampak banjir dan harus mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Minggu (25/1/2026).

Di wilayah Jakarta Timur, titik pengungsian tersebar di tiga kelurahan. Di Kelurahan Cawang, pengungsi berada di Mushala Al Islah sebanyak 60 jiwa dan Saung Lapangan Tenis RW 03 sebanyak 60 jiwa.

Lalu di Kelurahan Bidara Cina, pengungsi tercatat berada di Aula Kelurahan Bidara Cina sebanyak 107 jiwa, Masjid Al Abror RW 11 sebanyak 40 jiwa, serta Gedung SKKT RW 11 sebanyak 15 jiwa. Adapun di Kelurahan Kampung Melayu, pengungsi berada di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 sebanyak 250 jiwa serta Masjid Jami Itihadul Ikhwan sebanyak 70 jiwa.

Sementara itu, di Jakarta Barat titik pengungsian tersebar di empat kelurahan. Di Kelurahan Rawa Buaya, pengungsi berada di Masjid Baitul Rahman sebanyak 97 jiwa, Masjid Hidayatussalam 9 jiwa, Mushola Nurul Ikhsan RT 006/01 sebanyak 18 jiwa, Balai Warga RT 09/02 sebanyak 25 jiwa, SDN 02 Rawa Buaya sebanyak 63 jiwa, SDN 03 Rawa Buaya 38 jiwa, serta SDN 07 Rawa Buaya sebanyak 230 jiwa. Di Kelurahan Kembangan Selatan, pengungsi berada di Kantor JNE Kembangan Selatan sebanyak 82 jiwa.

Kemudian di Kelurahan Kembangan Utara, pengungsi tersebar di Gang Nurul Muslimin RT 07/01 sebanyak 114 jiwa, Sekretariat Jalan H Bule RT 008/01 sebanyak 40 jiwa, SDN 01 RT 01/02 sebanyak 16 jiwa, serta Mushola Al Hidayah RT 06/01 sebanyak 79 jiwa. Selain itu, satu titik pengungsian juga terdapat di Kelurahan Duri Kosambi, yakni di Masjid Majlis Al-Falah sebanyak 100 jiwa.

Untuk wilayah Jakarta Utara, titik pengungsian berada di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara, dengan jumlah pengungsi sebanyak 97 jiwa.

BPBD DKI Jakarta mencatat banjir berdampak pada 20 kelurahan di enam kecamatan serta 14 ruas jalan. Abdul Muhari menjelaskan, kondisi terkini pada Minggu (25/1/2026) pukul 09.00 WIB menunjukkan beberapa titik banjir telah surut.

“Genangan sudah surut di dua RT Kelurahan Cililitan, satu RT di Kembangan Selatan, dan dua RT di Kembangan Utara. Namun masih terdapat 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT di Jakarta Utara yang tergenang dengan tinggi muka air antara 30 hingga 80 sentimeter,” katanya.

Menurut Abdul Muhari, genangan tertinggi terpantau di Kelurahan Kampung Melayu dengan tinggi muka air mencapai 80 sentimeter akibat luapan Sungai Ciliwung.

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau genangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

“Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti makanan, pakaian, sanitasi, dan kebutuhan lainnya, terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian.

BNPB terus memantau perkembangan banjir di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga 29 Januari 2026, cuaca di Tanah Air diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat.

“Masyarakat diharapkan memperhatikan langkah-langkah keselamatan, seperti mematikan aliran listrik saat terjadi genangan, memantau informasi resmi, serta mengikuti instruksi evakuasi dari pihak berwenang apabila diperlukan,” tutup Abdul Muhari.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: