22 Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Jalani Perawatan ISPA

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 06 Juli 2026 | 09:14 WIB
Lokasi TPU Jatiwaringin. (Foto/Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup).
Lokasi TPU Jatiwaringin. (Foto/Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup).

BeritaNasional.com - Sebanyak 22 warga di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, masih menjalani penanganan medis akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu paparan asap kebakaran.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan jumlah warga yang masih mendapatkan pendampingan khusus itu mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

"Dari seratusan warga yang terindikasi terkena ISPA, ada 22 orang warga masih ditangani oleh petugas Puskesmas dari Dinkes Kabupaten Tangerang," ucap Maesyal dikutip dari Antara, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, total warga yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan mencapai 154 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 orang masih menjalani penanganan medis secara berkala.

"Ya, sebelumnya ada 100-an, jadi sekarang sudah turun jadi 22 jiwa yang masih ISPA," ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata Maesyal, terus melakukan pengawasan dan penanganan kesehatan bagi warga terdampak melalui petugas kesehatan yang diterjunkan langsung ke lapangan.

"Dinas Kesehatan maupun dari Puskesmas, tapi hari door to door. Jadi, mendatangi rumah-rumah warga yang tidak mengungsi ke posko untuk diperiksa," katanya.

Selain layanan kesehatan, pemerintah daerah juga telah mendirikan dua posko darurat sebagai lokasi pengungsian warga yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin.

"Yang pertama posko pengungsian adalah di Tanjakan Mekar, disana lokasinya di kantor desa. Kemudian yang kedua di Desa Rajeg Mulya. Jadi dua-duanya ini sudah kita tempatkan," ujarnya.

Menurut Maesyal, ratusan warga sempat dievakuasi ke lokasi pengungsian oleh petugas gabungan dari BPBD dan TNI/Polri. Namun sebagian besar warga kini telah kembali ke rumah masing-masing.

"Tetapi ada yang satu malam, ada yang dua malam bertahan di pengungsian. Namun sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing lagi," pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan pihaknya meningkatkan jumlah tenaga medis yang disiagakan menjadi 50 orang guna menangani warga terdampak kebakaran.

"Kalau personil itu awal-awal cuma kita belasan, sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang. Dengan tambahan dari Puskesmas sekitar yang ada di wilayah bencana," ungkapnya.

Menurut Hendra, penambahan personel dilakukan karena paparan asap dari kebakaran sampah mulai mengganggu kawasan permukiman dan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.

Dinas Kesehatan juga mencatat jumlah warga yang datang berobat ke posko darurat hampir mencapai 200 orang, dengan mayoritas keluhan berupa gangguan infeksi saluran pernapasan akut. Kelompok yang paling banyak memeriksakan diri berasal dari kalangan ibu hamil, anak-anak, hingga orang dewasa.

"Kalau total yang berobat itu, semua pelayanan itu, mungkin sekarang ini kemarin ada154 hingga 200 jiwa warga ditangani," tuturnya.

Saat ini, fokus penanganan medis diarahkan untuk mencegah ISPA berkembang menjadi pneumonia, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia.

"Jadi kita memang menganjurkan ke masyarakat jangan sampai terpapar ISPA. Jadi, hindari paparan asap. Kalau seandainya terpaksa terkena paparan, kita harus pakai masker," kata Hendra.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: