AS, Rusia, dan Ukraina Sepakat Lanjutkan Negosiasi Perdamaian Pekan Depan di Abu Dhabi

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:00 WIB
Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Ukraina Zelensky. (Foto/White House)
Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Ukraina Zelensky. (Foto/White House)

BeritaNasional.com - Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff, mengonfirmasi pertemuan trilateral yang melibatkan AS, Rusia, dan Ukraina akan kembali dilanjutkan pada pekan depan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu (24/1/2026) di ibu kota UEA tersebut mencatatkan sejarah penting. Ini merupakan kali pertama ketiga negara duduk bersama dalam satu meja sejak krisis Ukraina pecah pada Februari 2022 silam.

Melalui unggahannya di platform X, Steve Witkoff menyebutkan pertemuan dua hari tersebut berjalan sangat positif. Ia juga mengapresiasi peran Uni Emirat Arab yang telah bersedia menjadi tuan rumah bagi negosiasi sensitif ini.

"Amerika Serikat mengoordinasikan pertemuan trilateral bersama Ukraina dan Rusia yang diselenggarakan dengan sangat baik oleh Uni Emirat Arab. Pembicaraan berlangsung sangat konstruktif, dan kami telah menyusun rencana untuk melanjutkan dialog ini minggu depan di Abu Dhabi," tulis Witkoff sebagaimana dikutip dari kantor berita TASS.

Meski pertemuan maraton selama dua hari tersebut belum menghasilkan kesepakatan konkret maupun pernyataan bersama secara resmi, aura optimisme mulai terpancar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy senada dengan Witkoff. Dia memberikan sinyal positif melalui unggahannya di media sosial. Ia menggambarkan jalannya pembicaraan tersebut sebagai sesuatu yang "konstruktif" bagi masa depan negaranya.

Di sisi lain, pihak Moskow terpantau masih bersikap dingin. Hingga saat ini, pemerintah Rusia belum memberikan komentar resmi terkait hasil maupun poin-poin yang dibahas dalam pertemuan di Abu Dhabi tersebut.

Keberlanjutan pembicaraan pekan depan akan menjadi sorotan mata dunia. Banyak pihak berharap dialog trilateral ini menjadi titik balik bagi penyelesaian konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun tersebut.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: