TNI AL Beri Perawatan kepada Korban Pemukulan Prajurit di RS Kandou Manado

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 25 Januari 2026 | 16:45 WIB
TNI AL Beri Perawatan Korban Pemukulan Prajurit di RS Kandou Manado. (Foto/Istimewa)
TNI AL Beri Perawatan Korban Pemukulan Prajurit di RS Kandou Manado. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com -  TNI Angkatan Laut (AL) telah mengevakuasi korban pemukulan oleh prajurit dari Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, ke Rumah Sakit (RS) Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk mendapat perawatan lanjutan.

Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menjelaskan proses evakuasi dilakukan Tim Kesehatan Kodaeral VIII dengan membawa korban menggunakan kapal penumpang pada Minggu (25/1/2026).

“Korban mengalami luka akibat kejadian tersebut dan segera mendapatkan penanganan awal. Sebelum dievakuasi menggunakan kapal penumpang dari Talaud ke Manado untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan,” kata Dery dalam keterangannya.

Dery mengatakan proses evakuasi berlangsung cepat dan aman oleh tim Kodaeral VIII bekerja sama dengan pihak terkait. Hal ini diupayakan karena korban memerlukan penanganan medis secara intensif.

“Selama proses evakuasi, korban berada dalam kondisi stabil dan terus dipantau oleh petugas kesehatan Kodaeral VIII,” tegasnya.

Sementara itu, Dery menegaskan akan menyelesaikan masalah pelanggaran prajurit yang diduga telah menganiaya korban seorang guru di Pelabuhan Melonguane dengan langkah evaluasi dan pembinaan personel guna mencegah kejadian serupa terulang.

“TNI AL berkomitmen untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta sikap humanis prajurit dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat,” imbuh Dery dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (25/1/2026).

Sementara itu, terkait protes warga yang menggeruduk Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal), Dery telah menegaskan tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit. 

“Oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Setelah kejadian ini, Dery menyampaikan kondisi di Melonguane telah kondusif setelah dilakukan koordinasi dan mediasi bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

“Seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban wilayah. Proses hukum dilaksanakan secara transparan dan profesional,” ucapnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: