Pencarian Sandera Terakhir, Israel Intensifkan Operasi Militer di Gaza
BeritaNasional.com - Israel menyatakan pada Minggu (25/1/2026) bahwa militernya tengah melakukan “operasi skala besar” di Jalur Gaza untuk menemukan sandera terakhir yang masih belum dipulangkan. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan dari Amerika Serikat dan para mediator internasional agar Israel dan Hamas segera beralih ke fase berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata.
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan pertemuan Kabinet Israel yang membahas kemungkinan pembukaan kembali penyeberangan perbatasan Rafah di Gaza dengan Mesir. Pertemuan itu digelar sehari setelah para utusan tinggi Amerika Serikat bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu guna membahas langkah lanjutan pascagencatan senjata.
Pemulangan sandera terakhir, Ran Gvili, dipandang luas sebagai kunci utama untuk membuka kembali perlintasan Rafah sekaligus melanjutkan fase kedua gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Pada Minggu malam, kantor Perdana Menteri Netanyahu dalam pernyataan resminya menyebutkan, “Setelah operasi ini selesai, dan sesuai dengan apa yang telah disepakati dengan Amerika Serikat, Israel akan membuka perlintasan Rafah.” Namun pernyataan tersebut tidak merinci durasi operasi. Sejumlah pejabat militer Israel yang dikutip media lokal menyebut operasi itu dapat berlangsung selama beberapa hari.
Pembebasan seluruh sandera yang tersisa, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, merupakan bagian penting dari fase pertama gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Sebelum Minggu ini, pembebasan sandera terakhir terjadi pada awal Desember lalu.
Militer Israel mengungkapkan bahwa operasi pencarian kali ini dilakukan dengan skala lebih besar dan detail yang lebih terbuka dibandingkan upaya sebelumnya. Pasukan Israel dilaporkan menggeledah sebuah area pemakaman di Gaza utara yang berada di dekat Garis Kuning, batas wilayah yang dikuasai Israel.
Di sisi lain, keluarga Ran Gvili mendesak pemerintah Israel agar tidak memasuki fase kedua gencatan senjata sebelum jenazah Gvili berhasil dikembalikan.
Meski demikian, tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari terakhir menyatakan bahwa proses menuju fase kedua gencatan senjata sudah berjalan.
Israel selama ini berulang kali menuduh Hamas sengaja mengulur waktu dalam upaya pemulihan sandera terakhir. Hamas membantah tudingan tersebut. Dalam pernyataan pada Minggu, Hamas mengklaim telah memberikan seluruh informasi yang dimilikinya terkait keberadaan jenazah Gvili dan justru menuduh Israel menghambat proses pencarian di wilayah Gaza yang berada di bawah kendali militer Israel.
Sumber: NBC News
PERISTIWA | 13 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







