Saat Singapore Airlines Memilih Terbang Lebih Ramah Lingkungan
BeritaNasional.com - Singapore Airlines Group (SIA) kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor keberlanjutan di industri penerbangan global.
Melalui serangkaian kemitraan strategis untuk pengadaan Sustainable Aviation Fuel (SAF), SIA Group tidak hanya berbicara tentang transisi energi, tetapi menunjukkan aksi konkret menuju target emisi karbon nol pada tahun 2050.
Di tengah tekanan global untuk menekan emisi gas rumah kaca, langkah SIA Group mencerminkan komitmen jangka panjang yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan ekosistem bahan bakar berkelanjutan baik di Singapura maupun secara global.
Industri penerbangan kini telah menyumbang sekitar 2–3% emisi karbon global. Dalam konteks ini, SAF dipandang sebagai solusi paling realistis untuk mengurangi emisi tanpa mengorbankan keselamatan dan efisiensi operasional.
SAF mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 75% dibandingkan bahan bakar jet konvensional, terutama karena diproduksi dari bahan baku alternatif seperti limbah karbon dan sumber terbarukan. Inilah alasan mengapa Singapore Airlines menempatkan SAF sebagai pilar utama strategi keberlanjutannya.
Kolaborasi Strategis dengan Neste dan World Energy
Sebagai langkah awal yang signifikan, SIA Group menandatangani perjanjian dengan Neste dan World Energy untuk memperoleh SAF dan sertifikat SAF yang memenuhi standar Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).
1. Akuisisi 1.000 Ton SAF Murni dari Neste
Dalam transaksi perdananya, SIA Group mengakuisisi 1.000 ton SAF murni yang diproduksi di kilang Neste di Singapura. Bahan bakar ini kemudian dicampur secara lokal dan dikirimkan ke Bandara Changi Singapura.
Langkah ini bukan sekadar pengadaan bahan bakar, tetapi juga:
- Memperkuat rantai pasok SAF lokal
- Mendukung pengembangan ekosistem energi terbarukan di Singapura
- Meningkatkan ketahanan pasokan bahan bakar berkelanjutan
Ini menjadi pembelian SAF murni kedua SIA Group dari kilang di Singapura sebuah sinyal kuat bahwa transisi energi juga harus berdampak pada ekonomi dan industri lokal.
2. Model Book & Claim Bersama World Energy
Selain pengadaan fisik, SIA Group juga membeli sekitar 2.000 ton SAF dalam bentuk pengurangan emisi dari World Energy, produsen berbasis di Amerika Serikat.
Melalui model Book & Claim Chain of Custody, SIA Group dapat mengklaim manfaat pengurangan emisi SAF tanpa perlu pengiriman bahan bakar secara fisik.
Pendekatan ini membuka fleksibilitas baru dalam adopsi SAF lintas wilayah, sekaligus mempercepat dampak dekarbonisasi secara global.
MoU dengan Aether Fuels: Investasi Masa Depan Penerbangan Berkelanjutan
Tidak berhenti di situ, Singapore Airlines Group juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Aether Fuels, perusahaan teknologi iklim yang tengah mengembangkan fasilitas produksi SAF di Amerika Serikat dan Asia Tenggara.
Perjanjian ini mencakup:
- Komitmen pembelian SAF murni selama lima tahun
- Opsi perpanjangan lima tahun setelah produksi komersial dimulai
- Distribusi SAF untuk operasional Singapore Airlines dan Scoot
Teknologi Aurora™: Inovasi dari Limbah Karbon
Aether memproduksi SAF menggunakan teknologi eksklusif Aether Aurora™, yang memanfaatkan limbah karbon sebagai bahan baku utama. Teknologi ini menawarkan beberapa keunggulan:
- Biaya modal lebih rendah
- Efisiensi produksi lebih tinggi
- Volume SAF yang dihasilkan lebih besar dibandingkan metode konvensional
Proyek-proyek Aether dirancang untuk menghasilkan SAF bersertifikat CORSIA, dengan potensi pengurangan emisi gas rumah kaca minimal 75%.
Lee Wen Fen, Chief Sustainability Officer Singapore Airlines, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang SIA Group menuju dekarbonisasi.
“Melalui kolaborasi dengan mitra ekosistem yang sejalan dengan kami, kami bertujuan mempercepat adopsi SAF dan membangun fondasi bagi masa depan perjalanan udara yang lebih berkelanjutan,” ucapnya, dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/2/2026).
Sementara itu, Conor Madigan, CEO Aether Fuels, menilai komitmen SIA Group sebagai katalis inovasi di seluruh rantai pasok SAF, khususnya di Asia Tenggara.
Dukungan juga datang dari Xora, perusahaan ventura teknologi yang didukung Temasek, yang melihat Singapura sebagai pusat inovasi teknologi iklim dengan dampak global.
Singapura sebagai Hub Keberlanjutan Penerbangan Asia
Langkah Singapore Airlines tidak dapat dilepaskan dari ekosistem Singapura yang progresif dalam mendukung teknologi hijau. Dengan regulasi yang adaptif, infrastruktur kelas dunia, dan kolaborasi lintas sektor, Singapura semakin mengukuhkan diri sebagai hub pengembangan SAF di Asia.
Keberanian SIA Group berinvestasi pada SAF juga memberi sinyal kuat kepada industri bahwa transisi energi bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan strategis.
Komitmen Singapore Airlines Group terhadap keberlanjutan bukanlah strategi jangka pendek. Dengan menggabungkan pengadaan SAF, inovasi teknologi, serta kolaborasi global, SIA Group menunjukkan bahwa masa depan penerbangan dapat tetap terhubung tanpa mengorbankan planet.
Di tengah tantangan iklim global, langkah-langkah ini memperkuat satu pesan penting: keberlanjutan bukan pilihan, melainkan tanggung jawab bersama dan Singapore Airlines telah memilih untuk memimpin dari depan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







