Mobil Jeep Jetour Terbakar di Tol Jagorawi, Usai Ditabrak BMW

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 03 Februari 2026 | 11:21 WIB
Mobil Jeep Jetour terbakar di Tol Jagorawi (Foto/LBJ Jakarta)
Mobil Jeep Jetour terbakar di Tol Jagorawi (Foto/LBJ Jakarta)

BeritaNasional.com - Kecelakaan hebat terjadi di jalan Tol Jagorawi KM 31 B, ketika sebuah mobil Jetour hangus terbakar usai ditabrak dari belakang oleh mobil BMW yang melaju kencang pada Minggu, (1/2/2026) malam.

Detik-detik kejadian ini terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @lbj.jakarta, saat mobil BMW melaju kencang hendak menyalip dari kiri bahu jalan. Tiba-tiba menabrak Mobil Jetour hingga oleng, sampai muncul percikan api.

Setelah itu, mobil pun langsung terbakar dengan hebat. Ketika mobil berhenti dalam kondisi terbakar, terlihat seorang keluar dari mobil menerobos kobaran api untuk menyelamatkan diri.

Kejadian itu pun telah dikonfirmasi, KA Induk PJR Tol Jagorawi Korlantas Polri Kompol Akhmad Jajuli bahwa mobil yang terbakar adalah Jeep Jetour saat melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta. 

Namun dari belakang Mobil BMW dengan kecepatan tinggi mencoba mendahului lewat bahu kiri. Saat maneuver, BMW menabrak bagian kanan mobil Jeep yang langsung hilang kendali. 

"Hendak menyalip dari bahu kiri lanjut menabrak bagian kanan kendaraan satu yang mengakibatkan kendaraan satu terpental ke kiri menabrak guardrail lanjut terbakar," kata Akhmad dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

Akhmad menjelaskan untuk posisi akhir Jeep berada di antara lajur satu dan bahu kiri dengan kondisi hangus. Sementara mobil BMW berhasil berhenti normal di lajur dua.

Akibat kecelakaan ini, pengemudi Jetour, MRAZN, dan penumpangnya, IR, mengalami luka bakar ringan di bagian tangan. Sedangkan pengemudi BMW, inisial DP tidak mengalami luka.

"Jumlah korban dua orang luka ringan, luka bakar ringan bagian tangan," ujar dia.

Adapun kasus kecelakaan ini telah dilimpahkan ke unit Laka Ciawi. Dengan hasil penyelidikan awal, diduga karena sopir BMW kurang antisipasi saat mendahului kendaraan 

"Faktor yang mempengaruhi kurang antisipasi," ucap dia.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: