Panduan Lengkap Ganti Puasa Ramadan: Niat, Tata Cara dan Batas Waktu

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 03 Februari 2026 | 15:31 WIB
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com - Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah baligh, berakal, serta tidak memiliki uzur syar’i. Kewajiban ini menjadi salah satu rukun Islam yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. 

Meski demikian, Islam memberikan keringanan bagi umatnya dalam kondisi tertentu, seperti sakit atau sedang dalam perjalanan jauh (musafir), sehingga diperbolehkan tidak berpuasa pada bulan Ramadan.

Bagi mereka yang meninggalkan puasa karena alasan yang dibenarkan syariat, terdapat kewajiban untuk mengganti atau mengqadha puasa Ramadan pada hari lain di luar bulan Ramadan. Kewajiban qadha ini menjadi bentuk tanggung jawab ibadah yang tetap harus ditunaikan oleh setiap Muslim.

Mengqadha puasa Ramadan tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus sebagaimana puasa pada umumnya. Pelaksanaannya juga harus disertai dengan niat yang benar, dilakukan pada waktu yang sesuai, serta tetap menjaga adab dan amalan selama berpuasa agar ibadah tersebut sah dan bernilai di sisi Allah SWT.

Seiring mendekati bulan Ramadan, pemahaman mengenai tata cara qadha puasa menjadi penting bagi umat Islam. Mulai dari niat hingga pelaksanaannya, seluruh ketentuan tersebut perlu diperhatikan agar kewajiban mengganti puasa Ramadan dapat dilaksanakan dengan tepat dan sesuai tuntunan syariat.

Niat Mengqadha Puasa Ramadan

Niat adalah syarat sah puasa, termasuk puasa qadha. Niat bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan dengan lisan untuk mempertegas.

Lafal Niat Puasa Qadha Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.

Waktu niat: Harus dilakukan sebelum terbit fajar (waktu imsak). Puasa qadha termasuk puasa wajib, sehingga niat tidak bisa dilakukan di siang hari seperti pada puasa sunnah.

Cara Mengganti Puasa Ramadan yang Benar

Untuk mengganti puasa Ramadan, berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan:

1. Menentukan Hari Puasa Qadha

Pilih hari di luar Ramadan yang memungkinkan, tidak pada hari yang diharamkan puasa (misalnya Idul Fitri dan Idul Adha).

2. Melafalkan Niat di Malam Hari

Pastikan untuk berniat sebelum waktu subuh.

3. Makan Sahur

Meskipun sahur tidak wajib, disunnahkan untuk menguatkan fisik dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

4. Menjaga dari Hal yang Membatalkan Puasa

Hindari makan, minum, hubungan suami istri, dan tindakan-tindakan lain yang dapat membatalkan puasa atau mengurangi pahala berpuasa

5. Menjaga Akhlak dan Memperbanyak Amalan

Perbanyak membaca Al-Quran, dzikir, shalawat, dan sedekah agar puasa qadha bernilai pahala besar. Untuk memudahkan sahabat menunaikan sedekah dapat dilakukana dimana saja dan kapan saja melaui baznasjabar.org/infak

6. Berbuka dengan Doa

Saat berbuka, bacalah:

Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka.”

Atau membaca doa berikut : 

Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah 

Artinya : “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah."

Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadan

Mengganti puasa Ramadan sebaiknya dilakukan sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya. Jika seseorang menunda tanpa uzur hingga datang Ramadan berikutnya, maka ia berdosa dan wajib: Mengqadha puasa yang ditinggalkan. Membayar fidyah, menurut sebagian besar ulama

Sumber: Baznassinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: