Tottenham Dilanda Cedera, Romero Kritik Minimnya Opsi Pemain
BeritaNasional.com - Bek tengah Tottenham Hotspur melontarkan kritik tersirat soal tipisnya kedalaman skuad melalui unggahan media sosial usai laga kontra Manchester City.
Tottenham harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 melawan City pada Minggu lalu. Hasil tersebut diraih di tengah kondisi tim yang jauh dari ideal karena badai cedera yang melanda skuad.
Dalam pertandingan itu, tim asuhan Thomas Frank kehilangan sembilan pemain senior. Situasi makin rumit setelah Cristian Romero terpaksa ditarik keluar saat jeda babak pertama akibat sakit.
Romero, yang selama ini juga kerap bermasalah dengan kebugaran, mengungkapkan kekecewaannya lewat Instagram. Ia menyinggung minimnya opsi pemain yang tersedia.
“Salut untuk perjuangan semua rekan setim kemarin, mereka luar biasa,” tulis Romero, dikutip Selasa (3/2/2026).
“Saya memaksakan diri untuk tetap bermain meski tidak dalam kondisi fit, apalagi kami hanya punya 11 pemain yang siap. Sulit dipercaya, tapi itu kenyataannya dan sangat memalukan,” ucapnya lebih lanjut.
“Kami akan terus bertanggung jawab, bekerja keras, dan tetap bersama untuk memperbaiki situasi ini,” sambungnya.
Saat menghadapi City, Frank hanya mencantumkan empat pemain senior non-kiper di bangku cadangan. Tiga di antaranya dimainkan, termasuk rekrutan anyar Januari, Souza.
Bursa Transfer Januari Jadi Sorotan
Masalah cedera sejatinya bukan hal baru bagi Tottenham. Pada era pelatih sebelumnya, Ange Postecoglou, kondisi serupa juga kerap terjadi dan dinilai menjadi salah satu penyebab Spurs sulit menjauh dari papan tengah ke bawah.
Di bursa transfer musim dingin, Tottenham hanya mendatangkan dua pemain. Selain Souza, mereka merekrut gelandang Conor Gallagher dari Atletico Madrid dengan nilai transfer mencapai £35 juta.
Namun, kebijakan tersebut menimbulkan tanda tanya. Beberapa posisi krusial justru tidak tersentuh, padahal pemain-pemain penting seperti Dejan Kulusevski dan James Maddison tengah cedera. Di lini belakang, Romero dan Micky van de Ven juga sering absen sepanjang musim.
Di sisi lain, Spurs malah melepas Brennan Johnson ke Crystal Palace dan Kota Takai ke Borussia Mönchengladbach.
Kondisi inilah yang membuat rasa frustrasi Romero terhadap perencanaan skuad menjadi cukup masuk akal.
Terkait kondisi internal tersebut, tekanan terhadap Thomas Frank secara otomatis semakin besar seiring posisi Tottenham yang kini terpuruk di peringkat ke-14 klasemen Liga Inggris, mengoleksi 29 poin dari 24 pertandingan.
Gaya bermain pragmatis sang pelatih kerap menjadi sasaran kritik. Data expected goals (xG) Tottenham musim ini juga mengkhawatirkan, dengan angka 25 hanya lebih baik dari tiga tim lain di Premier League.
Meski demikian, Frank layak mendapat sedikit kelonggaran mengingat kondisi tim yang pincang akibat cedera. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa sejauh ini tanda-tanda kemajuan dibandingkan musim lalu masih belum terlihat jelas.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







