BNPB Ungkap Indonesia Terima Bantuan Spanyol untuk Mitigasi Banjir dan Longsor

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 03 Februari 2026 | 19:15 WIB
Kepala BNPB Letjen Suharyanto saat raker bersama Komisi VIII DPR. (Foto/YouTube TVR Parlemen)
Kepala BNPB Letjen Suharyanto saat raker bersama Komisi VIII DPR. (Foto/YouTube TVR Parlemen)

BeritaNasional.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengungkapkan pemerintah Indonesia mendapatkan pinjaman dari pemerintah Spanyol untuk mitigasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. 

Selama ini, BNPB masih memiliki keterbatasan anggaran untuk sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi basah.

"Secara perlahan dengan keterbatasan ini juga kami berusaha tingkatkan. Kemudian, untuk 2026, kami laporkan bahwa kami juga baru disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mendapat pinjaman dari pemerintah Spanyol dengan titik beratnya untuk meningkatkan kesiapan mitigasi menghadapi bencana hidrometeorologi basah, yaitu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Suharyanto mengatakan, saat ini, BMKG memiliki sistem untuk memberikan peringatan dini. Namun, belum ada peringatan harus mengungsi atau tidak.

"Misalnya, ini curah hujan di Kabupaten Bekasi curah hujannya di atas 200 mm, hanya itu saja. Tetapi, dengan adanya nanti ini, ini sudah akan memberikan informasi peringatan dini kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi bahwa harus mengungsi begitu. Kalau tidak mengungsi, nanti kampung A, kampung B, kampung C ini akan menghadapi banjir," ujar Suharyanto.

Program kerja sama dengan pemerintah Spanyol itu akan dimulai pada 2026 sampai 2029. Diharapkan, kerja sama tersebut dapat meningkatkan kemampuan peringatan dini untuk menghadapi bencana hidrometeorologi.

"Program ini sampai dengan tahun 2029 dan akan di-launching pada 2026 ini. Mudah-mudahan, setelah punya ini, paling tidak kemampuan NKRI di bawah BNPB sebagai ujung tombak yang terdepan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah bisa meningkat," ujar Suharyanto.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: