PBB Desak Negara-negara Terima Pasien Gaza setelah Jalur Rafah Kembali Dibuka

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 03 Februari 2026 | 22:30 WIB
Ilustrasi pengungsi warga Gaza, Palestina. (Foto/Dokumentasi UN OCHA)
Ilustrasi pengungsi warga Gaza, Palestina. (Foto/Dokumentasi UN OCHA)

BeritaNasional.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak komunitas internasional dan negara-negara dunia untuk bersedia menampung pasien dari Jalur Gaza. 

Seruan ini muncul bertepatan dengan dibukanya kembali pintu perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir pada Senin (2/2/2026) waktu setempat.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menegaskan evakuasi medis skala besar sangat krusial saat ini. 

Berdasarkan hukum internasional, warga sipil harus diberikan akses untuk pergi dan kembali secara sukarela dengan jaminan keamanan yang pasti.

Berdasarkan data OCHA, ada lebih dari 18.500 pasien di Gaza yang saat ini berada dalam daftar tunggu evakuasi medis. 

Ironisnya, sekitar 4.000 orang dari jumlah tersebut adalah anak-anak yang membutuhkan perawatan intensif yang sudah tidak tersedia lagi di Gaza akibat hancurnya fasilitas kesehatan.

PBB menyatakan solusi jangka panjang yang paling efektif adalah memulihkan rujukan medis ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur serta merehabilitasi rumah sakit di Gaza yang rusak parah. Namun, selama fasilitas tersebut belum siap, bantuan negara lain sangat dibutuhkan.

"Sampai fasilitas lokal pulih, kami menyerukan kepada negara-negara anggota untuk membuka pintu bagi para pasien ini agar mereka mendapatkan perawatan yang layak," tulis pernyataan resmi OCHA.

Meskipun evakuasi keluar menjadi prioritas, PBB juga telah menyiapkan skema bagi pengungsi atau pasien yang kembali. 

Program Pembangunan PBB (UNDP) telah menyiagakan armada bus untuk mengantar warga dari pos pemeriksaan Rafah menuju Rumah Sakit Nassar di Khan Younis.

Di area penerimaan tersebut, OCHA bersama para mitra telah menyiapkan layanan komprehensif, meliputi pendampingan oleh psikolog dan spesialis perlindungan, penyediaan makanan dan materi informasi, dan akses internet gratis agar warga bisa langsung terhubung dengan layanan penting atau keluarga mereka.

Di sisi lain, PBB menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan yang terus berlanjut. Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan adanya puluhan korban jiwa selama akhir pekan lalu.

Tim kemanusiaan kini tengah terjun ke lapangan untuk menilai kerusakan dan kebutuhan mendesak. 

Tercatat lebih dari 24 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat serangan udara baru-baru ini. Sebagai langkah awal, PBB telah menyalurkan material tenda darurat dan kebutuhan pokok bagi keluarga yang terdampak.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: