Pandji Tegaskan Tetap Stand Up Comedy Meski Mens Rea Berujung Laporan Polisi
BeritaNasional.com - Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan akan selalu membuat pertunjukan stand up comedy. Meski penampilan terakhir dalam acara Mens Rea, berujung dirinya dilaporkan ke polisi.
“Kalau pertanyaan apakah ada Mens Rea lagi, jawabannya tidak, tapi bukan karena saya tidak bikin pertunjukan lagi. Saya akan selalu bikin pertunjukan,” kata Pandji kepada wartawan, dikutip Rabu (4/2/2026).
Pandji menjelaskan pertunjukan yang akan disiapkan nantinya tidak akan memakai nama Mens Rea. Karena, dia selalu mengganti nama tema dari setiap pertunjukan tunggal stand up comedy.
“Saya terakhir tidak ada yang judulnya sama. Jadi judulnya selalu berganti, teman-teman. Pertanyaannya apakah ada pertunjukan komedi pasti ada. Tapi judulnya sudah bukan Mens Rea ya,” jelasnya.
Pandji menyadari dalam 10 pertunjukan terakhirnya kerap membahas materi terkait sosial dan politik. Semua itu ditampilkan, atas rasa keresahan untuk menjadi topik yang disukainya.
“Ya, dalam 10 pertunjukan saya, memang saya senang membahas sosial dan politik gitu. Karena itu adalah keresahan saya, topik yang saya suka. Jadi, itu ya,” jelasnya.
Kendati demikian, Pandji yang telah menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bersilaturahmi, setelah adanya polemik materi Mens Rea berujung banyaknya laporan polisi telah mendapat nasihat untuk perbaikan ke depan.
“Moga-moga ini akan membuat siapapun komika di Indonesia untuk semakin mantap berkarya karena tahu bahwa karya ini harus dilakukan dengan perbaikan terus-menerus,” imbuh dia.
Jumat Pandji Diperiksa Polisi
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah melayangkan surat panggilan perdana terhadap Komika Pandji Pragiwaksono untuk diperiksa sebagai saksi terlapor atas materi Stand Up Comedy bertajuk Mens Rea.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan surat pemeriksaan telah dilayangkan, dengan begitu diharapkan yang bersangkutan dapat memenuhi panggilan pada Jumat (6/2/2026).
“Kita berharap saudara PP bisa hadir dan klarifikasi sehingga semua bisa terjawab,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Sementara, Budi meluruskan terkait laporan dugaan penistaan dan penghinaan yang telah masuk ke Polda Metro Jaya sebanyak lima laporan bersama satu aduan.
“Saya luruskan, 5 laporan polisi dan 1 pengaduan. (Pemeriksaan) Atas lima LP tersebut, saudara PP diminta hadir pukul 10.00 WIB,” jelasnya.
“Ini kan undangan klarifikasi, karena yang dilaporkan adalah objek yang sama. Sehingga penyidik berpikir untuk menghemat bagaimana mengatur waktu dipanggil secara satu waktu dalam lima perkara,” tambah dia.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 22 jam yang lalu
PERISTIWA | 21 jam yang lalu
OLAHRAGA | 18 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu






