Kebocoran Serius Pendapatan Negara Terlihat dari 2 OTT Terbaru KPK

Oleh: Panji Septo R
Kamis, 05 Februari 2026 | 16:20 WIB
Ketua IM57+ Lakso Anindito. (BeritaNasional/Panji Septo)
Ketua IM57+ Lakso Anindito. (BeritaNasional/Panji Septo)

BeritaNasional.com - Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito menyoroti dua operasi tangkap tangan (OTT) terbaru yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebagai informasi, dua OTT itu dilakukan terhadap oknum pajak serta oknum bea cukai. Lakso menilai keduanya menunjukkan masalah struktural pada sektor penerimaan negara. 

Mantan penyidik lembaga antirasuah tersebut juga mengingatkan praktik lancung tidak hanya dilakukan pelaksana teknis saja dalam perkara ini.

“Pertama, ini adalah kesekian kalinya OTT serta proses penegakan hukum yang dilakukan terhadap dua sumber pemasukan negara, yaitu pajak serta bea cukai,” ujar Lakso dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Ia memetakan adanya kebocoran serius pada sumber pendapatan negara yang melibatkan seseorang dengan posisi strategis. 

Ia mengingatkan isu ini kerap disampaikan Presiden dalam forum kenegaraan tetapi kondisi lapangan justru stagnan. 

“Isu kebocoran menjadi salah satu hal yang kerap diungkapkan Presiden dalam berbagai pidato kenegaraan,” ucapnya.

Lakso menyimpulkan situasi tersebut memperlihatkan korupsi bercorak sistemik. Hal tersebut, kata dia, membuktikan telah terjadi korupsi yang sistemik pada sektor tersebut.

"Bukan hanya soal prilaku individual tetapi merujuk pada sindikasi korup yang bercokol serta sulit dihilangkan. Persoalan ini harus menjadi cacatan serius bagi pembenahan yang dilakukan ke depan,” ujar Lakso.

Sebelumnya KPK melakukan OTT kepada para anak buah Menteri Keuangan di KPP Madya Banjarmasin dan Beacukai Lampung-Jakarta.

Kedua OTT tersebut dilaksanakan pada hari yang sama meski perkaranya berbeda. Saat ini, KPK sedang melakukan gelar perkara guna mengungkap tersangka.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: