Pramono Anung Targetkan Inflasi 2026 di Bawah Pusat

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 06 Februari 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi data statistik. (Foto/Freepik)
Ilustrasi data statistik. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  

Ekonomi Jakarta Melesat 5,71 Persen, Pramono Anung Patok Target Inflasi 2026 di Bawah Pusat

Pemprov DKI Jakarta memasang target ambisius untuk menjaga stabilitas ekonomi sepanjang tahun 2026. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan optimisme bahwa angka inflasi Jakarta tahun ini bisa ditekan lebih rendah dari patokan pemerintah pusat yang berada di level 2,5 plus minus 1 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta di Hotel Aryaduta Menteng, Jumat (6/2/2026). Ia meyakini sinergi lintas sektor menjadi kunci utama mencapai target tersebut.

"Target Pemerintah DKI Jakarta di tahun 2026 tetap menargetkan inflasinya lebih rendah daripada yang dipatok oleh Pemerintah Pusat, yaitu 2,5 plus minus 1 persen. Dan kami yakin bisa mencapai itu dengan kerja sama yang baik di tim TPID," ujar Pramono.

Bukan tanpa alasan Pramono merasa optimistis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,21 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen.

Bahkan, pada kuartal keempat 2025, ekonomi Jakarta menunjukkan performa luar biasa dengan melesat hingga 5,71 persen. 

Kenaikan ini dipicu oleh kebijakan strategis Pemprov DKI dalam meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berhasil mencatatkan transaksi hingga Rp15,25 triliun.

"Sehingga secara signifikan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan Jakarta yang di triwulan ketiga mengalami pertumbuhan mendekati lima persen dan ini jauh di atas lima persen," jelasnya.

Sektor akomodasi, makanan, minuman, serta transportasi menjadi motor penggerak utama. Hal ini tidak lepas dari intervensi pemerintah melalui pemberian insentif pajak yang tepat sasaran. Sepanjang 2025, Jakarta pun sukses memberikan kontribusi masif sebesar 16,61 persen terhadap GDP nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, turut memberikan apresiasi atas kepemimpinan Pemprov DKI. 

Menurut dia, Jakarta telah menunjukkan resiliensi yang kuat setelah sempat mengalami perlambatan di kuartal ketiga tahun lalu.

"Ini merupakan suatu momentum yang sangat baik. Dan itu kita lihat kita bisa keluar dari masa krisis ya, boleh dikatakan di Q3 itu ya, tumbuh di bawah lima persen, sekarang bisa melompat 5,71 persen," ucap Iwan.

Iwan menegaskan bahwa kolaborasi TPID saat ini sangat solid untuk mengawal roda perekonomian di tahun 2026 agar tetap tumbuh berkelanjutan dan stabil.

"Insyaallah akan mengawal juga pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 dan menjaga inflasi tetap terkendali di dalam range 2,5 persen plus minus satu persen," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: