Golkar Gagas Koalisi Permanen, Partai Apa Saja yang Diajak?

Oleh: Ahda Bayhaqi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:15 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (BeritaNasional/Ahda).
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (BeritaNasional/Ahda).

BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengungkap, pihaknya telah mengajak sejumlah partai koalisi untuk mengukuhkan koalisi permanen. Partai-partai di parlemen, termasuk Partai Gerindra, telah diajak bicara membahas koalisi permanen.

"Kalau bicara antar fraksi mungkin secara obrolan sudah. Kepada Gerindra sudah pasti kita pernah bicarakan tentang pentingnya koalisi permanen," ujar Sarmuji, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Bagi Partai Golkar, koalisi permanen penting karena rentetan jalan politik menuju Pemilu 2029 diprediksi tidak mulus. Karena bakal terjadi dilema saat mengambil kebijakan.

"Koalisi permanen itu penting karena sebagai sebuah rentetan waktu jalan politik mulai sekarang sampai 2029 dan seterusnya, itu pasti tidak mulus," kata Sarmuji.

"Pasti ada kebijakan-kebijakan yang harus diambil yang kadang-kadang seperti sebuah dilema. Kadang-kadang antara yang viral dan yang penting itu pilihan yang kadang-kadang tidak terhindarkan," sambungnya.

Bagi Golkar, koalisi permanen dibutuhkan untuk bisa menghadapi Pemilu 2029. Golkar berkomitmen tidak akan pernah lari dari kesepakatan.

"Dalam posisi yang semacam itu, perlu koalisi yang kuat ya. Tidak hanya semata-mata pada waktu suka, tetapi kadang-kadang dalam keadaan duka sekalipun, dalam keadaan yang barangkali masih memerlukan dukungan, Golkar tidak akan pernah lari dari kesepakatan koalisi. Jadi kita dorong koalisi permanen," ujar Sarmuji.

Terkait lamanya koalisi permanen, tergantung kesepakatan bersama. Apakah hanya untuk lima tahun ke depan atau bisa jangka panjang.

"Apakah 5 tahun penuh ini, atau bisa juga berdimensi jangka panjang, nah itu lah perlunya pembicaraan-pembicaraan yang intensif membangun komunikasi di antara sesama partai," jelas Sarmuji.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: