Upaya Damai Berlanjut: Ukraina, AS, dan Rusia Bakal Gelar Perundingan di Jenewa

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:15 WIB
Kremlin Moskow di Rusia. (Foto/Dok Kremlin)
Kremlin Moskow di Rusia. (Foto/Dok Kremlin)

BeritaNasional.com - Babak baru upaya diplomasi untuk mencari jalan keluar bagi konflik di Eropa Timur akan segera dimulai. 

Moskow dan Kiev telah memberikan konfirmasi bahwa putaran terbaru perundingan trilateral antara Ukraina, Amerika Serikat (AS), dan Rusia akan digelar di Jenewa, Swiss, pada 17–18 Februari 2026.

Dalam pertemuan krusial ini, delegasi Rusia akan dipimpin oleh Vladimir Medinsky, yang menjabat sebagai ajudan presiden. 

Kabar ini disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Rusia, TASS.

Sementara itu, dari pihak Ukraina, kepala negosiator Rustem Umerov mengumumkan melalui media sosialnya bahwa tim negosiasi telah resmi dibentuk. Umerov menekankan bahwa tim ini sengaja dirancang secara komprehensif untuk mencakup berbagai aspek penting, yakni komponen militer, komponen politik, komponen keamanan.

Menurut Umerov, delegasi Ukraina tetap teguh pada misi utama mereka dalam meja perundingan, yaitu untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan serta langgeng bagi negaranya.

Pertemuan di Jenewa merupakan kelanjutan dari rangkaian perundingan intensif yang sebelumnya berpusat di Abu Dhabi. Berikut adalah rangkuman dari dua putaran sebelumnya

Rekam Jejak Diplomasi di Abu Dhabi

Pertemuan di Jenewa ini merupakan kelanjutan dari rangkaian komunikasi intensif yang sebelumnya berpusat di Uni Emirat Arab. Putaran pertama konsultasi keamanan trilateral ini sukses digelar pada 23-24 Januari lalu di Abu Dhabi. Saat itu, delegasi Rusia dipimpin oleh kepala intelijen militer negara tersebut, Igor Kostyukov.

Tak berselang lama, putaran kedua kembali diadakan di lokasi yang sama pada 4-5 Februari. Pertemuan tersebut membuahkan hasil kemanusiaan yang signifikan. 

Menurut utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, pihak Rusia dan Ukraina telah menyepakati pertukaran sebanyak 314 tawanan perang.

Kini, perhatian dunia tertuju pada Jenewa, berharap pertemuan trilateral tersebut dapat melahirkan langkah-langkah konkret yang lebih besar menuju stabilisasi kawasan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: