Dapat Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia, Kemhan Mulai Siapkan Anggaran dan Awak TNI
BeritaNasional.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan mulai dari anggaran sampai personel TNI untuk menjadi awak dari kapal Induk pertama İndonesia yakni Giuseppe Garibaldi.
Diketahui kapal Giuseppe Garibaldi merupakan alutsista yang bakal diterima İndonesia dari hibah Pemerintah Italia secara sukarela, artinya tidak dikeluarkan anggaran untuk membeli alutsista tersebut.
“Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi, dikutip Minggu (15/2/2026).
Dengan demikian, lanjut Rico, pemerintah İndonesia hanya tinggal menyiapkan anggaran untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar kehadiran Giuseppe Garibaldi bisa sesuai kebutuhan operasi TNI/TNI AL.
“Retrofit dilaksanakan setelah administrasi hibah lengkap sesuai ketentuan,” jelasnya.
Selain anggaran, Rico mengatakan Kemhan juga telah berkoordinasi dengan TNI khususnya Matra Laut untuk mempersiapkan calon awak untuk mengoperasikan kapal induk Pertama İndonesia tersebut.
“Kemhan bersama TNI juga sudah menyiapkan calon awak kapal untuk membawa dan mengawaki kapal tersebut, termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan,” jelasnya.
Berdasarkan informasi dihimpun, kapal induk Giuseppe Garibaldi hasil pabrikan Galangan Kapal Monafalcone, Monfalcone (Gorizia) diperkirakan akan tiba di İndonesia sebelum HUT TNI pada 5 Oktober 2026.
Adapun kapal induk ini memiliki panjang 180 meter, lebar 33 meter, bobot 14 ribu ton, berbekal penggerak 4 turbin gas LM2500 dengan kecepatan maksimal 30 knot dengan daya jelajah selama 7.000 mil laut.
Selain itu, kapal ini juga mampu menampung sebanyak 830 prajurit mulai dari kru kapal, teknisi udara, dan staf komando. Dengan kapasitas 18 unit pesawat yang dapat diangkut Giuseppe Garibaldi.
Sementara untuk sistem persenjataan, kapal ini dilengkapi dengan empat sistem rudal permukaan-ke-permukaan jarak pendek Otomat Mk2 yang dipasang di buritan kapal (dilepas pada tahun 2003 untuk meningkatkan dek penerbangan dan komunikasi satelit ) dan dua peluncur torpedo tiga tabung ILAS .
Lalu untuk pertahanan disediakan dua peluncur SAM delapan sel yang menembakkan rudal SARH Aspide , dan tiga CIWS Oto Melara Twin 40L70 DARDO. Termasuk, memiliki beberapa tindakan pencegahan seperti dua peluncur SCLAR dua puluh laras untuk sekam, umpan, suar, atau pengacau, sistem anti-torpedo SLQ-25 Nixie dan SLAT, serta sistem ECM.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu





