Hensa Soroti Efek Ekor Jas Megawati Soekarnoputri untuk Dongkrak Suara PDIP

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 17 Februari 2026 | 11:04 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam seminar internasional 70 Tahun KAA. (Foto/Istimewa)
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam seminar internasional 70 Tahun KAA. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai PDI Perjuangan menilai PDI Perjuangan bisa mempertimbangkan mengusung Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden di Pemilu 2029. 

PDIP mengusung Megawati bisa membawa efek ekor jas atau coattail effect bagi partai. Sebab, tanpa calon yang kuat seperti Megawati, PDIP berpotensi kalah telak.

"Untuk menciptakan coattail effect yang optimal bagi PDI Perjuangan, partai ini perlu mengusung Megawati. Tanpa Bu Mega, ada risiko kalah telak dari Gerindra di Pileg nanti, sehingga rekor hattrick kursi mereka bisa terputus," ujar Hendri dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

"Perlu dicatat bahwa hingga kini PDI Perjuangan masih memegang rekor perolehan kursi DPR tertinggi sebesar 33 persen pada 1999, dan saya yakin angka 35 persen bukan hal mustahil bagi Gerindra. Agar perolehan kursi DPR tidak merosot tajam, maka Megawati harus dicalonkan untuk menjaga kekuatan legislatif partai," sambungnya.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai, jika Megawati yang dicalonkan akan tetap mempertahankan kohesi dan kesatuan internal partai.

Bila nama lain seperti Pramono Anung, Puan Maharani, sampai Ganjar Pranowo yang diusung, berpotensi memicu spekulasi dan persaingan suksesi kepemimpinan partai yang dapat menganggu soliditas.

"Kalau figur lain seperti Mas Pram, Mbak Puan, atau Mas Ganjar yang dimajukan, selain memunculkan berbagai intrik di internal PDI Perjuangan karena potensi menggantikan Ibu Megawati sebagai Ketua Umum, soliditas partai belum tentu sekuat ketika Megawati sendiri yang maju," jelas Hendri.

Namun, peluang kemenangan menghadapi Presiden Prabowo Subianto sebagai petahana, menjadi tantangan berat Megawati.

"Memang jika berhadapan dengan Pak Prabowo, sulit untuk menang karena status petahana dan sejarah menunjukkan belum ada petahana yang kalah dalam pemilu presiden kita sejak 2004," ujarnya.

Namun, Hendri menegaskan, kehadiran Megawati tetap memberikan nilai penting, yakni menciptakan oposisi yang kredibel sekaligus memaksimalkan manfaat elektoral bagi partai.

"Tapi ini juga berarti Prabowo akhirnya punya lawan yang sepadan, dan meskipun hubungan mereka selama ini baik, walaupun Megawati kerap terlihat sebagai oposisi, peluang menang memang belum pasti, namun coattail effect bagi PDI Perjuangan akan sangat besar," ujarnya.

Hendri menilai, selama kondisi masih memungkinkan, pencalonan Megawati dapat menjadi jembatan transisi kepemimpinan yang mulus di PDI Perjuangan ke depan.

"Karena mungkin setelah itu beliau berencana pensiun sebagai Ketua Umum, maka PDI Perjuangan bisa mengajukan Megawati Soekarnoputri sebagai capres di 2029, dan hal itu sama sekali tidak merugikan partai," tutup Hendri.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: