Penembakan Pesawat Smart Air di Papua, Kemenko Polkam Evaluasi Sistem Keamanan Bandara
BeritaNasional.com - Penembakan terhadap Pesawat pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Perintis Karowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan telah menjadi catatan serius bagi Kemenko Polkam untuk melakukan evaluasi keamanan di Papua.
Terlebih, insiden tersebut berdampak pada penutupan sementara 11 bandara di Papua serta terganggunya sejumlah layanan publik. Termasuk fasilitas kesehatan, yang menunjukkan adanya peningkatan ancaman terhadap objek vital dan keselamatan masyarakat.
“Negara tidak akan pernah mundur dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono dalam keteranganya, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah cepat, terukur dan terkoordinir dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan penerbangan di Papua.
“Penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan sebagai langkah preventif guna memastikan keselamatan awak pesawat dan masyarakat. Sekaligus memberi ruang dan waktu bagi penguatan pengamanan oleh aparat TNI dan Polri,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa segala bentuk gangguan terhadap objek vital nasional, termasuk bandara dan fasilitas layanan publik, merupakan ancaman terhadap keselamatan rakyat dan tidak akan ditoleransi.
“Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku sesuai hukum yang berlaku. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi informasi menyesatkan, serta bersama-sama memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban,” tuturnya.
Lewat rapat yang dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, BIN, serta pemerintah daerah telah dihasilkan keputusan untuk membuka kembali Bandara Koroway Batu, Bandara Beoga, dan Bandara Iwur secara bertahap setelah pengamanan dinyatakan memadai.
“Langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan konektivitas tetap terjaga, distribusi logistik berjalan lancar, dan pelayanan publik kepada masyarakat Papua tidak terputus,” jelasnya.
Purwito menegaskan bahwa negara hadir dan bekerja untuk memastikan Papua tetap aman dan kondusif.
“Stabilitas keamanan di Papua menjadi prasyarat utama bagi terselenggaranya pelayanan masyarakat, keberlanjutan pembangunan, penguatan konektivitas, serta terjaganya keutuhan dan kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Perlu diketahui insiden penembakan ini telah terkonfirmasi dilakukan KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah terhadap Pesawat Smart Air yang baru mendarat di Bandara Perintis Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026) pagi.
Atas insiden penembakan ini, turut memakan korban jiwa Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro selaku Kopilot. Mereka ditemukan tewas di landasan bandara akibat luka tembak yang diderita sekira pukul 11.05 WIB.
Sementara untuk 13 penumpang termasuk balita berhasil selamat dari penembakan tersebut. Setelah mereka seluruhnya menyelamatkan diri ke dalam hutan di sekitar area bandara.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







