China Desak AS Hentikan Tarif Sepihak, Trump Ancam Naikkan Jadi 15 Persen
BeritaNasional.com - Hubungan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia, China dan Amerika Serikat (AS), kembali berada di titik nadir.
Pemerintah China secara resmi mendesak AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump untuk segera menghentikan pemberlakuan tarif impor sepihak sebesar 10 persen yang baru diaktifkan.
Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan resminya pada Selasa (24/2/2026) memberikan peringatan keras bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas kebijakan tersebut.
“Mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan hak-hak dan kepentingannya yang sah,” tegas Kementerian Perdagangan China dalam keterangannya.
Meski melontarkan peringatan, Beijing tetap membuka pintu diplomasi dengan menyatakan kesiapan untuk melakukan dialog baru dengan Washington guna meredakan ketegangan.
Kebijakan tarif 10 persen yang diumumkan Trump ini direncanakan berlaku hingga 24 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai pengganti dari tarif resiprokal global serta tarif khusus terkait isu fentanil yang sebelumnya menyasar China, Kanada, dan Meksiko.
Menariknya, kebijakan ini muncul tak lama setelah Mahkamah Agung AS mengeluarkan putusan pada Jumat (20/2/2026) yang sempat menggugurkan seluruh tarif era Trump.
Namun, Trump merespons cepat dengan mengumumkan tarif baru, bahkan mengancam akan menaikkan nilainya menjadi 15 persen dalam waktu dekat meski jadwal pelaksanaannya belum dipastikan.
Padahal, pada Oktober tahun lalu, Presiden Xi Jinping dan Donald Trump sempat menyepakati gencatan senjata perang dagang selama satu tahun dalam pertemuan mereka di Korea Selatan.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







