Bakom Sebut Potensi Investasi AS ke Indonesia Capai 60 Miliar USD Akibat ART
BeritaNasional.com - Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Fithra Faisal Hastiadi bicara potensi investasi Amerika Serikat (AS) ke Indonesia akibat perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Tariff (ART). Menurutnya ada potensi investasi AS ke Indonesia mencapai 60 milliar US Dollar.
Hal itu sebagai investasi tidak langsung karena penerapan tarif Amerika Serikat. Ada potensi relokasi industri perusahaan AS ke Indonesia. Fithra menilai perusahaan-perusahaan AS sampai Jepang bisa relokasi ke Indonesia karena terdampak tingginya tarif yang diterapkan AS.
"Nah, hitung-hitungan saya potensi investasi itu dari perpindahan itu bisa sampai 30 miliar US Dollar. Jadi 38 miliar US Dollar dari komitmen investasi awal, tambah 30 miliar US Dollar, kita bisa sampai 60 miliar US Dollar," ujar Fithra di kawasan GambirJakarta, Rabu (25/2/2026).
Kini tergantung Indonesia apakah bisa menarik investasi tersebut. Maka itu, menurut Fithra perlu adanya reformasi struktural.
"Nah cuma memang ini adalah tergantung kitanya, bisa nangkap atau nggak. Makanya ini penting juga untuk melakukan structural reform. Yang mana ini merupakan yang disampaikan oleh Presiden beberapa kali ya di World Economic Forum, Presiden beberapa kali menyampaikan mengenai Rule of Law, Control of Corruption, Regulatory Quality, yang mana merupakan indikator dari World Governance Indicator," jelasnya.
"Apa saja yang harus diperhatikan? Rule of Law, Regulatory Quality, Political Stability, kemudian ada Accountability, Control of Corruption, dan Government Effectiveness," sambungnya.
Selain itu, ada investasi langsung dari Amerika Serikat ke Indonesia di sejumlah sektor strategis. Hal ini bisa menjadi salah satu indikator keberhasilan perjanjian dagang Indonesia dengan Amerika Serikat.
"Sehari sebelumnya Presiden itu kan menandatangani komitmen investasi di US-ASEAN Business Council itu 38,4 miliar US Dollar. Nah, dalam hal ini itu juga menjadi bagian dari satu ekosistem itu. Karena begini, misalnya di situ kan terkait dengan Artikel 6 investasi, di situ kita investasi ke sektor-sektor strategis. Ada semikonduktor, ada oil refinery, ada rare earth dan critical minerals, dan itu juga bisa di-finance oleh US," tukasnya. 
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







