Podcast Gusur Popularitas Radio di Amerika Serikat

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:00 WIB
Ilustrasi radio dan podcast. (Foto/Freepik)
Ilustrasi radio dan podcast. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Era radio bincang-bincang (talk radio) tradisional tampaknya mulai memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, warga Amerika Serikat (AS) kini lebih banyak menghabiskan waktu mendengarkan podcast dibandingkan siaran radio AM/FM.

Berdasarkan laporan terbaru Share of Ear dari Edison Research, podcast telah resmi mengungguli radio bincang-bincang sebagai media audio lisan paling populer di Negeri Paman Sam.

Para peneliti telah memantau fenomena ini selama sepuluh tahun terakhir. Trennya sangat konsisten: minat terhadap podcast terus meroket, sementara pendengar radio lisan perlahan menyusut.

Tahun 2026 menjadi titik balik bersejarah di mana podcast menguasai 40% waktu dengar masyarakat, tipis melampaui radio yang tertahan di angka 39%.

Menariknya, banyak analis menilai ketahanan radio tradisional sebenarnya cukup luar biasa karena baru bisa dikalahkan setelah satu dekade gempuran digital.

Perlu dicatat, statistik ini hanya membandingkan konten lisan (percakapan/bincang-bincang) dan tidak menyertakan konsumsi musik di radio.

Salah satu pemicu utama lonjakan ini adalah tren podcast berbasis video yang semakin menjamur di platform seperti Spotify dan YouTube.

Podcast kini bukan lagi sekadar konten yang "didengar" sambil menyetir, tapi juga menjadi tontonan utama di ruang tamu.

YouTube melaporkan peningkatan drastis: pemirsa menonton 700 juta jam podcast per bulan melalui perangkat TV pada tahun 2025, naik dari 400 juta jam pada tahun sebelumnya.

Netflix mulai melirik peluang ini dengan menggandeng iHeartMedia dan Barstool Sports untuk menghadirkan podcast versi modern di layanan streaming mereka.

Meski format video sedang naik daun, nyawa utama podcast sebagai media audio tidak lantas mati. Laporan dari Triton Digital tahun 2025 menunjukkan bahwa mayoritas pendengar (80%) tetap mengonsumsi kedua format tersebut (audio dan video).

Preferensi format ternyata sangat bergantung pada jenis konten yang dipilih. Format Video lebih disukai untuk genre musik, olahraga, komedi, dan berita.

Lalu, format audio tetap menjadi pilihan utama untuk genre sains, sejarah, seni, fiksi, hingga true crime.

Data Edison Research juga memperkirakan ada sekitar 115 juta pendengar podcast mingguan di AS. Dari jumlah tersebut, hanya 5 persen yang mengaku benar-benar hanya menonton tanpa mendengarkan audionya.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun visual semakin penting, kekuatan suara tetap menjadi pondasi utama industri podcasting dunia.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: