Kemenhub Prediksi 143 Juta Orang Mudik pada Lebaran 2026, Jabar Penyumbang Pemudik Terbesar

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 26 Februari 2026 | 05:31 WIB
Pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Proyeksi tersebut berdasarkan survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, daerah asal pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, disusul DKI Jakarta 19,93 juta orang dan Jawa Timur 17,12 juta orang. Sementara dari sisi tujuan, arus terbanyak mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, diikuti Jawa Timur 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

Hal itu diungkapkan Menhub dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” kata Dudy dikutip, Kamis (25/2/2026).

Pada tingkat kabupaten/kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Untuk kawasan Jabodetabek, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang menjadi daerah asal terbesar, dengan Jawa Tengah sebagai provinsi tujuan favorit.

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi diprediksi menjadi pilihan utama dengan 76,24 juta pengguna, diikuti sepeda motor 24,08 juta orang dan bus 23,34 juta orang. Pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol sebanyak 50,63 juta orang, sementara pengguna sepeda motor cenderung menggunakan jalur alternatif non-utama sebanyak 8,65 juta orang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” tutur dia.

Kemenhub juga memetakan simpul transportasi terpadat. Untuk stasiun, Stasiun Pasar Senen diperkirakan menjadi titik keberangkatan terpadat dengan 2,38 juta orang, sedangkan Stasiun Yogyakarta Tugu menjadi tujuan terpadat dengan 867 ribu orang. Bandara Soekarno Hatta diproyeksikan menjadi bandara asal terpadat dengan 2,13 juta orang sekaligus bandara tujuan terpadat dengan 1,05 juta orang.

Terminal Pulo Gebang menjadi terminal asal terpadat dengan 2,31 juta orang, sedangkan Terminal Tirtonadi menjadi terminal tujuan terpadat dengan 1,44 juta orang. Untuk pelabuhan, Pelabuhan Tanjung Priok tercatat sebagai pelabuhan asal terpadat dengan 214 ribu orang dan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan tujuan terpadat dengan 158 ribu orang. Adapun lintas penyeberangan terpadat diperkirakan terjadi di Merak-Bakauheni dengan 6,06 juta orang.

Dalam mendukung operasional angkutan Lebaran 2026, Kemenhub menyiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas 1,25 juta penumpang untuk transportasi darat. Transportasi laut didukung 829 kapal berkapasitas 3,26 juta penumpang dan 636 pelabuhan. Untuk penyeberangan disiapkan 255 kapal berkapasitas 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan di 15 lintas dan 29 pelabuhan. Transportasi udara didukung 392 pesawat serviceable dan 257 bandar udara, sementara perkeretaapian menyiapkan 3.821 unit sarana dan 668 stasiun.

Pemerintah juga memberikan sejumlah diskon tarif transportasi, antara lain diskon penyeberangan 100 persen untuk tarif jasa kepelabuhanan pada 12-31 Maret 2026, diskon angkutan laut 30 persen untuk trayek kapal PSO PELNI kelas ekonomi pada 11 Maret-5 April 2026, diskon kereta api ekonomi 30 persen pada 14-29 Maret 2026, serta diskon tiket pesawat ekonomi domestik 17-18 persen pada 14-29 Maret 2026 untuk pembelian mulai 10 Februari 2026.

Selain itu, Kemenhub menyiapkan program mudik gratis melalui tiga moda. Untuk transportasi darat, tersedia 401 unit bus dan 8 unit truk dengan total 15.834 penumpang dan 240 sepeda motor pada periode arus mudik 16-18 Maret 2026 dan arus balik 24-25 Maret 2026. Moda kereta api menyiapkan kuota 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor pada periode 13-19 Maret 2026 dan 24-30 Maret 2026. Sementara moda laut menyediakan kuota 50.000 penumpang ekonomi pada 11 Maret-5 April 2026.

Dari sisi regulasi, Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan Angkutan Lebaran 2026 telah disusun bersama Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pembatasan diberlakukan bagi truk sumbu tiga atau lebih, dengan pengecualian untuk kendaraan pengangkut BBM/BBG, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan bahan pokok.

“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan (over loading) dan lebih dimensi (over dimension), untuk menjaga keselamatan bersama,” kata  Dudy.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: