Telkomsel Selektif Perluas Jaringan 5G, Fokus Jaga Efisiensi Spektrum
BeritaNasional.com - Telkomsel menegaskan bahwa perluasan jaringan 5G akan dilakukan secara hati-hati dan selektif, menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan kondisi teknis jaringan.
Vice President Global Network Operation Telkomsel, Juanita Erawati, menyatakan, sebelum membuka jangkauan 5G di suatu wilayah, perusahaan terlebih dahulu mengevaluasi populasi perangkat yang mendukung teknologi ini.
“Kalau populasi perangkat 5G di suatu area masih sedikit, membuka coverage 5G justru akan memakan resource 4G yang ada. Spektrum kami terbatas, bahkan rasio megahertz per pelanggan paling ‘sakit’ dibanding operator lain. Jadi kalau dipaksakan, malah merugikan pelanggan 4G,” kata Juanita, disela press conference kesiapan Telkomsel di momen RAFI 2026, di kantor Telkomsel, dikutip Kamis (26/2/2026).
Menurut Juanita, ada tiga kondisi utama di mana 5G benar-benar dibutuhkan. Pertama, untuk pelanggan yang membutuhkan kecepatan data sangat tinggi, di atas 50–60 GB. Kedua, untuk aplikasi yang memerlukan latensi rendah, seperti gaming online, robotik, atau kendaraan otonom. Ketiga, untuk koneksi masif misalnya IoT dengan lebih dari satu juta perangkat per kilometer persegi.
“Kalau kebutuhan pelanggan tidak masuk dalam tiga kategori itu, 4G sebenarnya masih cukup. Yang penting adalah mengelola resource spektrum dengan cerdas, agar layanan 4G tetap optimal,” lanjut Juanita.
Dari sisi operasional, Telkomsel akan memantau jumlah perangkat 5G di berbagai lokasi secara berkala. Hal ini menjadi indikator utama sebelum jaringan 5G diperluas.
Selain itu manajemen spektrum juga menjadi fokus utama agar layanan 4G tidak terganggu selama proses transisi ke 5G.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Telkomsel tidak akan menggelar 5G secara masif tanpa pertimbangan teknis. Ekspansi jaringan akan difokuskan pada wilayah dengan populasi perangkat 5G tinggi dan benar-benar membutuhkan teknologi tersebut berdasarkan kriteria kecepatan, latensi, atau jumlah koneksi masif.
Sebagai catatan, hingga akhir 2025, Telkomsel telah mengoperasikan sekitar 5.300 BTS 5G. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya sekitar 900 unit, menandai percepatan agresif perusahaan dalam pengembangan jaringan 5G di Indonesia.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







