DPR Kritik Pembelian Mobil Mewah Gubernur Kaltim: Tidak Peka dan Berlebihan
BeritaNasional.com - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus mengkritik pembelian mobil mewah Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud senilai Rp8,5 miliar.
Deddy menilai pembelian mobil mewah tersebut berlebihan dan tidak peka kondisi masyarakat di tengah pemerintah melakukan efisiensi.
"Menurut saya pembelian kendaraan mewah oleh Gubernur Kaltim saat daerahnya mengalami pemangkasan anggaran yang drastis adalah tindakan yang tidak peka dan berlebihan," ujar Deddy kepada wartawan pada Jumat (27/2/2026).
"Transfer ke daerah untuk provinsi kaltim mengalami pemangkasan hampir mencapai 75 persen dari Rp9,3 triliun menjadi hanya Rp2,3 triliun," lanjutnya.
Deddy mengatakan alasan pembelian mobil mewah tersebut sangat tidak tepat. Apalagi masih banyak mobil yang lebih murah dan mampu digunakan untuk infrastruktur yang rusak.
"Jika alasannya karena kondisi infrastruktur yang sangat buruk, ada banyak jenis mobil yang mampu dengan harga lebih murah," katanya.
Deddy mendesak agar pembelian mobil mewah tersebut dibatalkan. Menurut dia, penggunaan mobil tersebut tidak urgen dan bisa dilakukan penghematan dengan menyewa ketika diperlukan.
"Pembelian mobil mewah saat anggaran seret harusnya bisa ditunda ke tahun berikutnya atau dibatalkan sama sekali. Toh, tidak setiap hari Gubernur berkunjung ke daerah dan bisa dilakukan penghematan dengan leasing atau menyewa saat diperlukan," ujarnya.
Pembelian mobil mewah itu juga melawan semangat penghematan dan efisiensi yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi, keputusan tetap melakukan pembelian mobil yang tergolong mewah justru melawan semangat penghematan dan efisiensi yang digelorakan Presiden Prabowo," ujar Deddy.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







