China Waspadai Dampak Penutupan Selat Hormuz
BeritaNasional.com - Ketegangan di Timur Tengah membuat China berhati-hati. Salah satu perhatian utama Beijing adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak global. Penutupan ini bisa menjadi pukulan serius bagi keamanan energi China.
Meski tidak mempublikasikan angka resmi, minyak menyumbang sekitar sepertiga dari konsumsi energi negara tersebut. Dari total kebutuhan minyaknya, sekitar 70 persen merupakan impor, dan 40–50 persen berasal dari negara-negara Teluk, termasuk Iran, Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.
Hampir seluruhnya melewati Selat Hormuz. Penutupan jalur ini bisa mengancam 5–7 persen pasokan energi nasional. Dampaknya signifikan, meski belum sampai krisis total.
China diketahui memantau ketegangan yang meningkat belakangan ini dan diyakini menyiapkan rencana darurat. Beijing bisa memperluas sumber minyak dari negara lain, seperti Rusia atau Kazakhstan, dan jika benar-benar terpaksa, memanfaatkan cadangan strategis minyak, meski opsi ini dianggap terakhir.
Untuk saat ini, China terus menyerukan penghentian serangan, de-eskalasi, dan kembalinya negosiasi antar pihak. Jika konflik meluas, Beijing diperkirakan akan menekankan pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan memastikan kebebasan navigasi di jalur laut yang vital ini.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







