Polisi Masih Buru Perampok yang Bunuh Pensiunan JICT di Bekasi
BeritaNasional.com - Polisi masih memburu pelaku perampokan yang menewaskan Ermanto Usman (65). Sedangkan istrinya kini masih dalam kondisi kritis. Peristiwa nahas itu terjadi di rumah Ermanto di daerah Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan bahwa Ermanto merupakan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) yang memiliki rekam jejak panjang sebagai aktivis pekerja pelabuhan.
“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, semoga pelaku segera dapat ditangkap,” kata Budi saat dihubungi, Rabu (4/3/2026).
Budi mengatakan penyelidikan kasus perampokan berujung maut ini telah ditangani Polres Metro Bekasi Kota bersama Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya.
“Tengah melaksanakan penyelidikan terkait kasus tersebut,” jelasnya.
Meski begitu, Budi menyatakan penyelidikan masih tetap difokuskan untuk menangkap pelaku perampokan dengan tetap mendalami motif dari kasus ini.
Pernyataan ini turut menanggapi isu beredar soal latar belakang Ermanto Usman yang aktif memperjuangkan hak pekerja saat masih bekerja di PT Jakarta International Container Terminal anak perusahaan Pelindo.
“Terkait motif, hingga saat ini masih dalam pendalaman. Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan fakta, mengungkap pelaku, dan melakukan penangkapan,” ucap dia.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal menyatakan pihaknya telah turun tangan untuk menyelidiki kasus untuk memburu pelaku perampokan tersebut.
"Untuk pelakunya masih dalam lidik ya, termasuk jumlah (pelaku)," kata Andi saat dikonfirmasi, dikutip Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Andi menyebut kasus perampokan ini pertama kali diketahui anak korban yang tinggal satu rumah bersama kedua orang tuanya.
"Jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anak perempuannya yang tinggal di situ. Jadi bertiga mereka tinggal," tuturnya.
Saat si anak yang bangun untuk sahur, sekira pukul 04.00 WIB belum mendengar adanya aktivitas dari kedua orang tuanya. Hingga dia pun memutuskan untuk turun ke bawah mengecek kondisi rumah yang ternyata masih dalam keadaan gelap.
"Kemudian anak korban akhirnya turun untuk sahur. Tapi dia kaget karena rumahnya masih gelap dan tidak ada jawaban saat dirinya memanggil orang tuanya," katanya.
Melihat kondisi tersebut, si anak berusaha membuka pintu kamar orang tuanya, namun gagal karena diduga sudah dirusak. Kemudian anaknya memanggil keluarga lainnya dan berhasil menuju ke TKP dan membuka paksa jendela kamar.
"Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak, ayahnya berinisial EU (65) ditemukan tewas dan istrinya P (60) kondisinya masih kritis," ungkapnya.
Berdasarkan pengecekan awal, Andi menyebut para korban mengalami luka akibat hantaman benda tumpul yang diarahkan ke kepala belakang.
"Sementara untuk barang yang hilang itu dari keterangan anak korban, gelang emas yang di tangan korban sama kunci mobil, dua kunci mobil, selebihnya masih kami lakukan pendataan," katanya.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







