CAS Kurangi Sanksi 7 Pemain Kasus Naturalisasi Malaysia

Oleh: Harits Tryan
Jumat, 06 Maret 2026 | 04:31 WIB
Logo FAM Malaysia. (Foto/FAM Malaysia)
Logo FAM Malaysia. (Foto/FAM Malaysia)

BeritaNasional.com - Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) sebagian mengabulkan banding tujuh pemain yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh FIFA terkait kasus pemalsuan dokumen naturalisasi untuk memperkuat tim nasional Malaysia.

Dalam keputusan yang diumumkan di Lausanne, Swiss, pada Kamis (5/3/2026), panel arbitrase CAS memutuskan bahwa ketujuh pemain tetap dijatuhi larangan selama 12 bulan. Namun, hukuman tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi dan tidak mencakup seluruh aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola.

Dengan keputusan tersebut, para pemain masih diperbolehkan berlatih bersama klub masing-masing selama masa hukuman berlangsung.

Sementara itu, banding yang diajukan oleh Football Association of Malaysia (FAM) ditolak. CAS menegaskan bahwa denda sebesar 350 ribu franc Swiss yang sebelumnya dijatuhkan FIFA terhadap FAM tetap berlaku.

Kasus ini bermula pada 2025 ketika FAM mendekati tujuh pemain, yakni Facundo Tomás Garcés Rattaro, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano, untuk mengajukan kewarganegaraan Malaysia agar dapat memperkuat tim nasional.

Para pemain kemudian menjalani proses naturalisasi dan memperoleh paspor Malaysia. Namun, pada 25 September 2025, Komite Disiplin FIFA menyatakan bahwa FAM dan para pemain melanggar Kode Disiplin FIFA karena menggunakan dokumen yang dipalsukan dalam proses naturalisasi dan penentuan kelayakan bermain, meskipun para pemain tersebut tidak memiliki hubungan dengan Malaysia.

Keputusan tersebut dikuatkan oleh Komite Banding FIFA pada 3 November 2025. Saat itu, FAM dijatuhi denda 350 ribu franc Swiss, sementara masing-masing pemain dikenai denda 2.000 franc Swiss serta larangan selama 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola.

FAM dan para pemain kemudian mengajukan banding ke CAS pada 5 Desember 2025. Dalam pengajuannya, FAM mengakui adanya kekurangan secara institusional dalam proses tersebut dan menyebut para pemain hanya berperan terbatas dalam menyerahkan dokumen yang diminta.

Setelah menelaah bukti yang ada, panel CAS menyatakan pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan bermain terbukti. Namun, panel menilai larangan 12 bulan hanya untuk pertandingan merupakan sanksi yang lebih proporsional.

Larangan bermain itu mulai berlaku pada 5 Maret 2026. CAS juga memperhitungkan masa hukuman yang telah dijalani para pemain sejak 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026.

Keputusan yang diumumkan saat ini masih berupa putusan operatif tanpa alasan lengkap. Putusan final dengan penjelasan hukum secara rinci akan diterbitkan CAS dalam waktu mendatang.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: