Antisipasi Lonjakan 143 Juta Pemudik, Kemenhub Siapkan Strategi Mudik Aman dan Nyaman 2026

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 06 Maret 2026 | 04:00 WIB
Dirjen Hubdat Kemenhub Aan Suhanan (kiri). (Foto/Dok Ditjen Hubdat)
Dirjen Hubdat Kemenhub Aan Suhanan (kiri). (Foto/Dok Ditjen Hubdat)

BeritaNasional.com -  Pemerintah memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan mencapai angka fantastis. 

Sebanyak 143,9 juta orang atau sekitar 50 persen dari total populasi Indonesia diperkirakan bakal melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Menyikapi hal tersebut, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan serangkaian kebijakan strategis, mulai dari inspeksi keselamatan armada (rampcheck) hingga program mudik gratis besar-besaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengungkapkan pengawasan kelaikan armada bus menjadi prioritas utama untuk menekan angka kecelakaan. 

Sejak 23 Februari 2026, ribuan unit bus telah diperiksa secara intensif.

"Di tahun ini sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik, itu sekitar 50 persen dari populasi yang ada maka diperlukan serangkaian pengaturan dan kebijakan. Sejak tanggal 23 Februari 2026 telah dilakukan pelaksanaan rampcheck, sebanyak 13.584 unit bus sudah diperiksa," ungkap Dirjen Aan dalam diskusi di Gedung DPR RI pada Kamis (5/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tercatat 8.680 unit (63,90%) dinyatakan layak operasi. 

Sementara itu, 2.844 unit (20,94%) mendapatkan peringatan perbaikan, 1.645 unit (12,11%) dilarang operasional, dan 415 unit (3,06%) dikenakan sanksi tilang sekaligus pelarangan operasi.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan pemudik yang menggunakan sepeda motor, Kemenhub menyediakan kuota mudik gratis bagi 110.112 orang melalui moda bus, kereta api, dan kapal laut. 

Selain itu, tersedia kapasitas angkut untuk 12.140 unit sepeda motor menggunakan truk dan kereta api.

"Hal ini kami upayakan karena bepergian jauh dengan sepeda motor akan sangat potensial menyebabkan terjadinya kecelakaan," imbuh Aan.

Pemerintah juga melakukan inovasi melalui Kementerian PAN RB dengan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16-17 Maret untuk arus mudik, serta 25-27 Maret 2026 untuk arus balik. 

Langkah ini diambil guna memecah kepadatan lalu lintas di puncak arus mudik dan balik.

Kelancaran mudik tahun ini dipastikan melibatkan kolaborasi luas, termasuk pemberian stimulus diskon tiket transportasi yang melibatkan Kementerian Keuangan dan BUMN. Selain itu, pembatasan angkutan barang serta rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, dan ganjil-genap juga akan diberlakukan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

"Aturan pembatasan angkutan barang dilakukan untuk keselamatan jutaan masyarakat yang akan pergi mudik dan bukan untuk membatasi usaha melainkan mengatur agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang bisa sama-sama berjalan dengan lancar dan selamat," tegasnya.

Saat ini, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait tengah mengecek kesiapan jalur mudik, perbaikan jalan di tingkat provinsi/kabupaten, hingga memastikan masjid-masjid di jalur utama siap berfungsi sebagai rest area yang ramah bagi pemudik.

"Koordinasi dengan berbagai pihak dibutuhkan agar terbentuk sinkronisasi yang lebih baik antar pengambil kebijakan dalam kelancaran pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026," tandas Aan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: