Stok Aman, Kemenkes Minta Orang Tua tak Ragu Vaksinasi Campak Anak

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:02 WIB
Ilustrasi vaksin campak  (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi vaksin campak (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta para orang tua tidak ragu untuk membawa anak mengikuti vaksinasi campak. Sebab, stok vaksin mencukupi dan telah melalui evaluasi keamanan serta khasiat. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalusia dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Rizka mengatakan, saat ini stok vaksin Measles Rubella (MR) di tingkat pusat mencapai 9,5 juta dosis. 

Selain itu, terdapat 6,6 juta dosis yang telah didistribusikan ke provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.

Menurut dia, ketersediaan vaksin di setiap daerah bervariasi, namun seluruh provinsi dipastikan memiliki cadangan minimal dua bulan.

"Jadi, semua provinsi kami pastikan sudah memiliki ketersediaan vaksin dengan level di atas dua bulan," kata Rizka, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

"Dan kami terus mendistribusikan vaksin dari pusat ke daerah, terutama untuk daerah-daerah yang stoknya sudah mulai turun agar tidak ada daerah yang stoknya di bawah dua bulan," tambahnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap keamanan vaksin MR karena telah melalui proses evaluasi mutu, keamanan, dan khasiat serta mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jadi jangan khawatir karena vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional telah dilakukan kajian yang saksama oleh Kementerian Kesehatan dan dilakukan bersama Komite Imunisasi Nasional," terangnya. 

Ia menambahkan, vaksin MR memiliki efektivitas tinggi dalam menekan penularan campak. Berdasarkan uji klinis, vaksin tersebut menunjukkan tingkat seropositivitas antibodi measles IgG sebesar 96,43 persen.

Meski demikian, ia mengakui sebagian penerima vaksin dapat mengalami efek samping ringan seperti demam, ruam, atau nyeri pada area suntikan. Namun, reaksi tersebut bersifat normal dan biasanya hilang dalam waktu singkat.

"Dan juga pada vaksin yang kedua, reaksinya lebih sedikit lagi atau lebih rendah lagi sehingga kita berharap bahwa para orang tua tidak segan dan merasa yakin untuk membawa putra-putrinya ikut program vaksinasi," tandasnya sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: