Bapanas Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman hingga 324 Hari

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 08 Maret 2026 | 11:31 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (Fot/Setpres)
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (Fot/Setpres)

BeritaNasional.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan kuat. Hal tersebut didukung oleh tingginya produksi dalam negeri serta cadangan pangan nasional yang dinilai memadai.

“Cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia sampai dengan 324 hari cadangan pangan kita. Mulai dari cadangan Bulog 3,7 juta ton, kemudian standing crop juga sekitar 11,73 juta ton, totalnya bisa bertahan 324 hari,” ujar Amran dikutip dari laman resmi Bapanas, Minggu (8/3/2026).

Ia menegaskan bahwa posisi pangan nasional saat ini sangat kuat karena ditopang oleh produksi domestik yang baik serta cadangan yang tersedia di berbagai lini rantai pasok pangan.

“Produksi kita bagus. Stok kita juga kuat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” lanjutnya.

Kondisi tersebut tercermin dari hasil pemantauan stok beras nasional yang menunjukkan ketersediaan beras berada pada tingkat yang memadai. Berdasarkan data yang dihimpun, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sekitar 12,50 juta ton berada di rumah tangga masyarakat. Sementara itu sekitar 3,7 juta ton tersimpan di gudang Perum Bulog sebagai bagian dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Adapun sekitar 11,73 juta ton lainnya merupakan standing crop atau padi yang siap panen.

Distribusi stok tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan beras nasional tidak hanya tersimpan pada cadangan pemerintah, tetapi juga tersebar di berbagai pelaku rantai pasok pangan, mulai dari rumah tangga, penggilingan, hingga pedagang. Kondisi ini dinilai memperkuat ketahanan sistem pangan nasional dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Amran menambahkan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap produksi dan stok pangan secara berkala guna memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

“Yang penting adalah memastikan produksi berjalan baik dan stok tersedia. Dengan kondisi itu, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional juga terus memperkuat sistem cadangan pangan nasional sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama menjelang momentum meningkatnya konsumsi masyarakat seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: